detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 04 Apr 2018 00:30 WIB

Penyelesaian Trek Velodrome Libatkan Tenaga Asing

Mercy Raya - detikSport
Sejumlah tenaga asing dilibatkan dalam pengerjaan trek Velodrome (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto) Sejumlah tenaga asing dilibatkan dalam pengerjaan trek Velodrome (Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara Foto)
Jakarta - Setelah konstruksi bangunan Velodrome beres, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kini berfokus pada pembuatan trek. Mereka melibatkan 12-14 tenaga asing dalam tahap ini.

Seperti halnya venue equestrian yang dikebut penyelesaiannya, Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, juga termasuk yang ditargetkan selesai pada bulan Mei. Saat ini proses pengerjaannya sudah mencapai 90,8 persen.


Director Project Velodrome, Iwan Takwin, mengatakan, penyelesaian trek menjadi yang paling krusial untuk saat ini. Namun, dia optimistis bakal kelar tepat waktu karena pengerjaan surplus 8 persen dari target awal.

"Pengerjaan trek ini sudah dilakukan sejak dua pekan lalu. Hanya karena cuaca jadi pengerjaan trek cukup memengaruhi kayu. Tapi kami usahakan akan kelembapannya tidak lebih dari 70 persen," ujar Iwan, Selasa (3/4/2018).

"Kalaupun akhirnya ada yang di atas itu, kami siapkan sarana humidity science di teknologi AC, dan di atap akan terbuka sehingga lebih menghemat listrik," ucapnya.

Pengerjaan trek dilakukan oleh sejumlah tenaga asing dari ES Global. Mereka juga yang memasang kayu berjenis Siberian Cyprus satu persatu.

Menurut Direktur Utama PT Jakpro, Satya Heragandhi, dilibatkannya tenaga asing dalam pengerjaan trek lantaran ketiadaan tenaga lokal berpengalaman yang bersertifikat Union Cycliste Internationale (UCI) atau Federasi Balap Sepeda Internasional untuk pemasangan trek.

"Kayu yang digunakan pun juga berstandar UCI. Dalam arti kecepatan yang dipakai mencapai 140-145 km per jam. Karena kalau kayu biasa pasti yang pakai sepeda juga khawatir. Begitu juga dengan tanggung jawab membangunnya. Jangan sampai bangunan bagus tapi tak sesuai standar dunia," kata Satya.


Satya menambahkan, pembangunan trek ditargetkan kelar akhir bulan ini. Sebab, meski baru sebagiannya tapi pembangunan dilakukan dengan akurasi, kecepatan yang tinggi, dan presisi yang bagus.

Rencananya setelah selesai pengerjaan trek, UCI akan datang ke Indonesia untuk melakukan sertifikasi pada Mei mendatang. Tim nasional Indonesia juga akan melakukan uji coba di trek.

"Mudah-mudahan tidak gagal, karena pengalaman di beberapa negara di-reject karena kayunya. Selain itu, finishing taman," ujar Satya.


(mcy/mfi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed