Keyakinan itu diungkapkan oleh Manajer Kompetisi Rinaldi C. Duyo. Ia pun yakin hal tersebut tidak akan mempengaruhi adaptasi atletnya nanti.
"Memang harusnya jauh-jauh sebelumnya sudah dibangun. Tapi kita semua tahu proses jadi tidaknya jetski digelar itu tak mudah dan butuh waktu. Maka itu, mulai pembangunannya pun akhirnya terlambat dari sisi pembangunan venuenya, bukan dari sisi pelaksanaannya. Tapi kami tak khawatir Kemen PUPR pasti mampu menyelesaikannya meski memang sempat ada kendala di lapangan tapi sudah clear," kata Rinaldi usai rapat delegasi teknis Asian Games yang ke-3 di Hotel JS. Luwansa, Kuningan, Rabu (4/4/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pembangunan Venue Jetski dan Layar Dikebut |
Untuk venue jetski dan layar di Ancol, progres fisiknya hingga akhir maret 2018 masing-masing sudah mencapai 27,3% dan 17,8%. Kedua venue dijadwalkan rampung pada Agustus 2018, namun ditargetkan selesai lebih cepat pada Juli 2018.
Venue jetski ditargetkan selesai 4 Agustus mendatang, sedangkan jadwal pertandingan di Asian Games akan dimulai 23 Agustus. Meski hanya menyisakan 19 hari untuk uji venue, Rinaldi tak khawatir. Menurut dia, atletnya sudah tahu kondisi medan.
"Atlet juara dunia kita sejak dari kecil sudah tahu Ancol, jadi tak ada masalah sebenarnya (kalau tidak ada waktu adaptasi). Tugas kami sebenarnya tinggal menyiapkan panitia penyelenggaranya," katanya.
Dua Emas
Selain yakin venue beres, Rinaldi juga optimistis dengan target yang dipasang Pengurus Besar Indonesia Jetsport Boating Assosiation (IJBA), yakni dua medali emas.
"Kita ini mempertandingkan empat nomor di Asian Games. Semuanya kami punya peluang. Atlet kami punya pengalaman bertanding dan secara statistik bisa mendapatkan emas. Hanya memang kami harus waspadai Thailand. Sejauh ini mereka lawan terberat Indonesia," ucapnya.
(mcy/krs)











































