detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 02 Mei 2018 18:55 WIB

KemenPUPR Kebut Penyelesaian Tiga Venue Untuk Asian Games

Mercy Raya - detikSport
Pembangunan Arena Jetski untuk Asian Games di Ancol. (dok. Kementerian PUPR) Pembangunan Arena Jetski untuk Asian Games di Ancol. (dok. Kementerian PUPR)
Jakarta - Indonesia masih menyisakan kewajiban menyelesaikan venue-venue untuk Asian Games 2018. Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo, optimistis finis tepat waktu.

Untuk melaksanakan Asian Games, Indonesia harus menyiapkan sekitar 76 venue untuk kompetisi dan latihan serta 14 venue nonkompetisi. Dari data yang dikantungi panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) disebut pembangunan venue mencapai 90,53 persen, melebihi rencana awal 89,3 persen.

Hanya saja, malah ada beberapa venue yang terlambat selesai karena panitia penyelenggara mengubah rencana penanggung jawab pembangunan venue, yakni untuk cabang olahraga squash, jetski, dan layar. Keterlambatan ini berimbas kepada kontingen Indonesia. tak ada cukup waktu untuk menjajal venue. Test event yang dimanfaatkan untuk mengenal venue pun tak bisa digelar di venue sesungguhnya pada Asian Games nanti. Menjadi sebuah PR besar bagi petugas pertandingan dan barisan sukarelawan.

Baca Juga: INASGOC Pede Tayangan Asian Games Ditonton 5 Miliar Pemirsa

Dewan Olimpiade Asia (OCA) jauh-jauh hari sudah meminta agar venue Asian Games siap secepatnya. Mereka kemudian menoleransi hingga April 2018. Dalam prosesnya, hanya velodrome dan venue equestrian yang diizinkan selesai Juni, meski masih dianggap mepet dengan penyelenggaraan.

"Kami agak terlambat menetapkan venue layar dan jetski, baru ditetapkan pada September 2017, kemudian mulai perencanaan dan lokasi harus cari dan konfirmasi baru terakhir-terakhir saja, bulan Oktober. Setelah itu kami baru melakukan desain dan pelelangan, dan karena lokasi di Ancol jadi memang harus disesuaikan dengan kondisi wisata dan akses masuknya sempat problem tapi untungnya Wakapolri sempat bantu kelancaran. Jadi efektif itu baru dilakukan Januari 2018 di tempat wisata (Ancol)," Sri menjelaskan.

"Termasuk venue squash yang baru diputuskan Desember 2017 dan dilaksanakan di GBK, kami mencoba mencari yang paling optimal bagaimana. Akhirnya salah satu gedung bekas bulutangkis kami renovasi menjadi gedung squash," ujar dia.

"Saat ini, pembangunan sudah sampai 15,20%. Komponen utama banyak impor barang dan Mei ini sudah datang semua peralatan dan bisa mulai instalasi bulan Juni. Termasuk untuk venue jetski dan layar juga ditargetkan selesai Juni. Seluruh struktur sudah selesai, tinggal pemasangan peralatan," dia menambahkan.

"Pokoknya kami kerja dengan perhitungan semua. Target pekerjaan sipilnya, lalu pekerjaan peralatan sampai kapan, kira-kira selesai akhir Juni," dia menegaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com