detiksport
Follow detikSport
Selasa, 15 Mei 2018 15:11 WIB

Kata Wapres JK soal Asian Games 1962 dan 2018 di Indonesia

Achmad Dwi Afriyadi - detikSport
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tahun ini Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah Asian Games, setelah pernah menghajatnya tahun 1962. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) membandingkan kedua pelaksanaannya.

Menurut JK, Indonesia memiliki tantangan masing-masing dalam kesempatan menjadi tuan rumah pesta olahraga multicabang se-Asia tersebut, baik di masa lampau maupun saat ini.

"Sebenarnya kalau dibanding Asian Games ke-4 1962, jauh lebih berat pelaksanaannya. Pertama semua dimulai dari nol kalau sekarang tidak dibuat dari nol tapi juga sulit karena harus menyesuaikan diri dengan teknologi," katanya dalam acara Global Forum Asian Games 2018 di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dia mengatakan, untuk Asian Games modernisasi mesti dilakukan. JK mengatakan, hal itu berbeda dengan kondisi di tahun 1962.

"Stadion, mungkin dibikinnya dan perbaikkanya mungkin hampir sama. Karena bagaimana modernisasi stadion itu, kalau dulu papan saja kursinya, lampunya, teknolginya harus lebih baik, sistem keamanannya" jelasnya.

Oleh karena itu nilai investasi untuk mempersiapkan Asian Games pun menjadi lebih besar dibanding dengan penyelenggarannya sendiri. Namun, tegas JK, manfaat investasi itu pada prosesnya tidak cuma untuk Asian Games saja.

"Investasi ada hasilnya bukan hari ini, tapi dengan stadion banyak nanti pemain bola main situ, atletik dan sebagainya, akuatik," tuturnya.


(krs/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed