detiksport
Follow detikSport
Rabu, 30 Mei 2018 17:15 WIB

Latihan Penuh Menuju Asian Games 2018, Alya Nadira Tetap Puasa

Mercy Raya - detikSport
Salah satu pemain Timnas polo air putri, Alya Nadira Trifiansyah  (Agung Pambudhy/detikSport) Salah satu pemain Timnas polo air putri, Alya Nadira Trifiansyah (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Atlet nasional polo air putri, Alya Nadira Trifiansyah, tetap berpuasa, di bulan ramadan ini. Dia justru lebih bugar saat ini.

Ramadan tahun ini menjadi ramadan yang berbeda bagi atlet-atlet pemusatan latihan nasional. Persiapan Asian Games 2018 yang bertepatan dengan bulan ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi yang menjalankannya.

Satu di antaranya, Alya. Meski pelatih menyarankan untuk tidak berpuasa, namun dia memutuskan untuk tetap menjalankan puasa sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dari Ajang 17-an, Emilia Nova Kini Jagoan 100 Meter Lari Gawang

"Disarankan tidak puasa sama pelatih dan saat itu sempat hampir adu debat juga. Jadi begini loh, memang sih pelatih-pelatih itu bilang, puasa itu tidak bagus untuk atlet, tidak normal, tapi kita tidak bisa melihat dari sisi itunya dong. Yang namanya agama, keyakinan, tidak bisa digoyangkan (dipaksakan). Jadi menurut saya ramadan cuma satu bulan dalam satu tahun dan belum tentu ketemu lagi ramadan tahun depan. Jadi, menurut saya mau pelatih bicara apa, saya ingin tetap akan menjalani apa yang harus aku jalani sebagai kewajiban aku sebagai umat muslim," kata Alya kepada detikSport, Rabu (30/5/2018).

Kendati bersikukuh berpuasa, Alya tetap menjalani latihan penuh. Dia melahap semua latihan yang diberikan pelatih kepadanya.

"Saya juga menjelaskan kepada pelatih bahwa saya bertanggung jawab, aku puasa, aku tahu apa makan sahurnya, nutrisi yang dibutuhkan, lalu tidak dengan memakan gorengan, minum suplemen, ya saya persiapkan diri. Ya, diniatin dan didoain, jadi lancar-lancar saja dan saya merasa lebih fit saat puasa," ujarnya.

Beruntungan, perenang terbaik se-Jabodetabek 2013 ini didukung dengan kondisi yang jauh lebih mudah untuk menjalani latihan dan puasa.

"Puasa tahun ini lebih mudah. Tahun lalu puasa saat SEA Games dan outdoor latihannya. Kalau sekarang indoor tak terlalu berasa. Latihan pagi, tidur, bangun, latihan sore, tidak lama berbuka. Sementara dulu panas-panasan, malah ada yang sempat batal di tengah," kata Alya.

"Paling air kolam terminum itu yang menjadi tantangannya. Jadi memang harus lebih hati-hati saja. Tapi kalau sampai ketelan ya sudah rejeki," tuturnya kemudian tertawa.

"Tetapi saya jarang tertelan karena saya hati-hati banget kalau lagi puasa. Dan jika batal saya lebih baik ganti hari," ujar dia.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed