Persetujuan itu merupakan respons ke OCA yang sebelumnya meminta nomor madison putra dan putri ditambahkan lantaran dua nomor tersebut akan dipertandingkan di Olimpiade 2020 Tokyo.
"Jadi memang ada penambahan di dua nomor pertandingan dan kami menerima karena pertandingan dua nomor itu tidak harus membuat arena baru. Pertandingan akan digelar di velodrome," kata Deputi I Bidang Games Operations INASGOC Harry Warganegara, Senin (2/7/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masuknya dua nomor balap sepeda tersebut secara otomatis menambah jumlah nomor pertandingan Asian Games 2018 menjadi 465 nomor dari sebelumnya 463 nomor. Cabang olahraga yang dipertandingkan adalah 40 cabang.
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari mengatakan sudah mengetahui soal penambahan nomor tersebut.
"Madison itu merupakan nomor perlombaan yang masuk dalam disiplin trek di balap sepeda. Jadi tidak perlu tambah arena baru," kata Oktohari ketika dikonfirmasi secara terpisah.
Indonesia tak akan menurunkan atletnya di dua nomor tersebut lantaran belum memiliki pengalaman. Madison termasuk dalam disiplin trek yang paling sulit lantaran konsep perlombaannya yang tidak beraturan.
"Atlet kami ada cuma pengalamannya tidak ada. Dan biasanya, yang turun di nomor madison adalah pebalap yang rangkap dengan nomor lainnya juga," ucap Okto menjelaskan.
"Yang biasanya menurunkan atletnya main di madison itu tim Jepang, Malaysia, China, dan Korea. Negara-negara yang banyak velodromenya, karena medison itu tidak bisa digunakan di trek abal-abal. Itu perlombaannya sulit dan tidak beraturan. Potensi atlet terjatuh dan cedera besar sekali," tuturnya.
(mcy/krs)











































