detiksport
Follow detikSport
Selasa, 10 Jul 2018 18:05 WIB

One on One

Kekuatan Fisik Si Cantik Crismonita Ditempa Alam Bromo

Mercy Raya - detikSport
Crismonita Dwi Putri sedang berlatih di velodrome jakarta di Rawamangun. (Pradita Utama/detikSport) Crismonita Dwi Putri sedang berlatih di velodrome jakarta di Rawamangun. (Pradita Utama/detikSport)
Jakarta - Perawakan Crismonita Dwi Putri mungil, tapi memiliki kaki yang kuat. Dia bilang keistimewaan itu terasah di hawa dingin dan ketinggian Bromo.

Crismonita, pebalap sepeda andalan Indonesia untuk tampil di Asian Games 2018 itu, lahir di Lamongan 20 tahun silam. Masa kecilnya dihabiskan di Bromo.

Makanya, perempuan yang akrab disapa Crismon itu familiar dengan hawa dingin, juga bernapas dengan oksigen yang lebih tipis di ketinggian Bromo. Tempaan alam Bromo itu masih ditambah kebiasaan berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari.



Sejak kecil, Crismon, yang lulusan Sekolah Dasar Sapih 3 Bromo, pun terbiasa berjalan kaki. Tapi, Crismon asyik-asyik saja melakukannya. termasuk kala harus berjalan kaki ke pasar yang waktu tempuhnya dua jam dari rumah.

"Makanya, sekarang saya kuat ya hehehe. Dulu, waktu kecil kan rumah orang tua di Bromo. kalau mau ke pasar harus jalan kaki dua jam dulu," kata Crismon dalam wawancara One on One dengan detikSport.

Kekuatan Fisik Si Cantik Crismonita Ditempa Alam BromoFoto: Pradita Utama/detikSport


Waktu itu, Crismon belum memiliki sepeda. Dia setelah tinggal di Malang, dia mulai berlatih sepeda.

Putri pasangan Alfius Kustama dan Satyar itu tak suka dengan aktivitas baru tersebut. Tapi kemudian dia menjadi juara di ajang-ajang lokal dan mulai menyukainya.

Kini, Crismon tengah menyiapkan diri untuk pentas di Asian Games 2018. Dia menjadi skuat utama timnas balap sepeda.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed