detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 24 Jul 2018 08:34 WIB

Foto Instagram Berujung Skors 14 Bulan untuk Perenang Ryan Lochte

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Perenang Ryan Lochte diskors 14 bulan karena pelanggaran doping. (Foto: Harry How/Getty Images)
Jakarta - Perenang top Amerika Serikat Ryan Lochte baru saja dijatuhi skors 14 bulan karena pelanggaran doping. Semua itu terungkap berkat posting-an di Instagram.

Lochte merupakan salah satu perenang elite AS. Dia adalah peraih 12 medali Olimpiade, dengan torehan enam emas, tiga perak, dan tiga perunggu. Raihan itu menempatkannya tepat di belakang perenang legendaris Michael Phelps.


Tapi berstatus elite tak otomatis mencegah seorang atlet melakukan kesalahan. Kombinasi antara ketidaktahuan, hasrat untuk eksis di media sosial, dan nasib sial sudah membuat Lochte dijatuhi skors 14 bulan oleh badan anti-doping AS, Usada.

Skors itu bermula ketika Lochte mengunggah sebuah foto sedang diinfus cairan IV pada Mei lalu. Masalahnya adalah, cairan IV kendatipun bukan zat yang dilarang, diatur secara ketat penggunaannya.

Seorang atlet tak boleh menerima suntikan IV kecuali tengah dirawat di rumah sakit atau dalam pengecualian. Berawal dari foto di Instagram itulah Usada kemudian melakukan investigasi.


Lochte bertindak kooperatif dalam investigasi tersebut, tapi Usada menemukan fakta bahwa dia melakukan pelanggaran. Perenang 33 tahun ini menerima cairan IV lebih dari kadar yang diperbolehkan, yakni 100 ml dalam periode 12 jam, tanpa pengecualian untuk tujuan pengobatan.

BBC melaporkan bahwa Usada melarang suntikan semacam ini kecuali dalam perawatan rumah sakit atau prosedur bedah diperlukan. Lochte pun dijatuhi hukuman 14 bulan hungga Juli 2019 mendatang, dimulai pada Mei lalu ketika dia mendapatkan suntikan.

"Aturan adalah aturan dan saya menerima bahwa ada pelanggaran teknis. Saya saat itu tak menerima sesuatu yang dilarang atau dicegah. Saya harap atlet lain belajar dari kesalahan saya," kata Lochte dikutip BBC.


"Saya tidak pernah menerima zat terlarang dan tak pernah mencoba mendapatkan keuntungan dalam kompetisi saya dengan menaruh segala sesuatu yang ilegal di badan saya."

"Saya takkan pernah dengan sengaja melanggar aturan anti-doping. Sayangnya meski aturan ini terbilang baru dan tak diketahui seluas yang lainnya, saya seharusnya tahu lebih baik," imbuhnya.

Lochte sendiri sebelumnya juga pernah diskors 10 bulan karena laporan palsu saat berada di Rio de Janeiro pada Olimpiade 2016 silam. Dia, bersama tiga orang rekannya, mengklaim dirampok di sebuah SPBU dan ditodong senjata api.

Dia dinyatakan melakukan laporan palsu, setelah rekaman CCTV menunjukkan mereka justru melakukan perusakan terhadap SPBU tersebut. (raw/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com