detiksport
Follow detikSport
Selasa, 31 Jul 2018 13:30 WIB

Ujian yang Bikin Eko Yuli Panas Dingin Sebelum ke Asian Games

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Eko Yuli Irawan seolah dipaksa menaiki roller coaster menjelang Asian Games 2018. Ada-ada saja hal-hal yang membuat lifter asal Lampung itu panas dingin.

Seharusnya masuk pelatnas di awal tahun ini, Eko malah kena tipus. Dia dirawat Rumah Sakit Hermina Galaxy Bekasi, Jawa Barat selama dua pekan.

Eko bisa lega mendapatkan penanganan maksimal selama perawatan. Dia juga bisa memanfaatkan asuransi yang didapatkannya sebagai apresiasi terhadap prestasinya.

Tapi belum juga meninggalkan rumah sakit, kelas spesialis Eko, di 62 kg, dikabarkan dicoret dari Asian Games 2018.

Bukan hanya Eko yang kelimpungan, namun PB PABBSI pun gundah. Mereka tak menyangka kelas tersebut ditiadakan dari Asian Games.




Kelas tersebut memang bukan kelas sembarangan bagi Indonesia. Berkaca pada multi event sebelumnya, memiliki Eko dalam skuat Merah Putih seolah menjadi garansi medali ada di tangan.

Eko, si lifter asal Lampung itu, sudah memiliki pengalaman panjang. Dia pemilik medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dan dua perunggu dari dua Olimpiade, di Beijing pada 2008 dan London 2012.

Di level Asia, Eko meraih dua medali perunggu Asian Games. Yakni didapat kala tampil di Guangzhou pada 2010 dan Incheon 2014.




Dua persoalan itu beres. Eko pulih dan kelas 62 kg tetap dipertandingkan. Eko pun bisa berlatih dengan nyaman di pelatnas angkat besi, di Wisma Kwini, Senen, Jakarta Pusat.

Perhitungan peta kekuatan lawan membuat PB PABBSI kian optimistis untuk menaikkan polesan medali di Asian Games nanti. Salah satu pesaing, China, dilarang tampil setelah mendapatkan sanksi kasus doping.

"Saya tidak berpikir tanpa China persaingan menjadi turun. Negara lain juga bersiap semaksimal mungkin, mereka juga berpikir memanfaatkan celah yang ada. Hanya saja, kita dipermainkan," kata Eko dalam wawancara One on One.

Sempat gundah, tapi eko tak mau berlama-lama terbelit spekulasi itu. Dia optimistis PB PABBSI bakal mengupayakan seoptimal mungkin agar Eko tampil di Asian Games di kelas 62 kg itu. Tak ada waktu lagi untuk naik atau turun kelas.

Dalam prosesnya, kelas itu sah dilombakan di Asian Games 2018. Eko kian nyaman dan berharap jalan lapang saat hari H.

"Dengan cobaan-cobaan itu, semoga bisa lebih mulus di panggung," kata Eko.


(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed