detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 31 Jul 2018 22:43 WIB

Siasat INASGOC Kencangkan Gaung Asian Games

Randy Prasatya - detikSport
INASGOC sudah siapkan rencana gencarkan promosi ASIAN Games 2018. (Foto: Rifkianto Nugroho) INASGOC sudah siapkan rencana gencarkan promosi ASIAN Games 2018. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Asian Games 2018 tinggal menghitung hari, namun gaungnya masih belum terasa betul. Bagaimana cara INASGOC mengatasi itu?

Asian Games akan dibuka pada 18 Agustus 2018 mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun sebelum itu, sudah akan ada cabang olahraga sepakbola yang main duluan pada 10 Agustus.


Kontingen dari negara-negara peserta bakal mulai mendarat di Indonesia pada 3 Agustus nanti. Namun dengan gelaran sudah di depan mata, nuansa Asian Games masih terasa belum maksimal.

Jika diperhatikan, promosi Asian Games di jalan-jalan --selain di kawasan Senayan-- lebih banyak dengan spanduk-spanduk. Masih jarang terlihat ada umbul-umbul yang menggambarkan bakal adanya Asian Games.

INASGOC, sebagai panitia penyelenggara Asian Games, masih terus menggenjot promosi sampai mendekati event bergulir. Salah satu cara nantinya bakal berkoordinasi dengan KOI (Komite Olimpiade Indonesia) dan Pengurus Besar cabang olahraga terkait untuk meminta atlet promosi di media sosial sebelum bertanding.
"Ini yang kita namakan paid media lewat sosial media. Nanti kita akan minta KOI untuk atlet utama saat mau main melakukan blast. Itulah salah satu cara," kata Wakil Sekjen INASGOC, Dendi T. Danianto, di Hotel Amaroossa, Jakarta Selatan.

Dendi bukan cuma fokus promosi online. Pihaknya sejauh ini sudah menjalankan promosi offline melalui sponsor-sponsor seperti Telkomsel, Bank Mandiri, sampai Garb.

Selama promosi online, Dendi mengakui bahwa sebelumnya banyak pesan yang tak sampai kepada masyarakat karena keriuhan politik dan Piala Dunia 2018. Namun setidaknya dengan adanya torch relay, promosi offline jalan secara besar-besaran.

"Betul (pemberitaan berbenturan sama isu politik). Tapi tidak cuma itu aja, waktu Piala Dunia juga sudah kami prediksi, sulit melawan bola," tambahnya.
"Nah, kita terbantu promo offline dari partner-partner. Mereka punya ratusan juta pelanggan. Semoga ini optimal setelah kita kepotong sama Pilkada dan Piala Dunia."

"Tapi, akan terasa optimal itu setelah event semakin dekat. Boleh dibilang promo kita paling gede itu baru jalan pas torch relay di 19 provinsi," bebernya. (ran/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed