detiksport
Follow detikSport
Senin, 06 Agu 2018 06:07 WIB

INASGOC Balas Kritik Jelang Bergulirnya Asian Games 2018

Yanu Arifin - detikSport
Ketua INASGOC Erick Thohir. (Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto) Ketua INASGOC Erick Thohir. (Foto: Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta - Sampai H-4 laga Asian Games 2018 dimulai, INASGOC masih dihujani kritik. Ketua INASGOC Erick Thohir mengibaratkan pihaknya seperti panitia kawinan karena dianggap salah melulu.

Sejak mulai bekerja pada Maret 2016, INASGOC dihadapkan segudang masalah terkait persiapan Asian Games 2018, yang akan dilangsungkan pada 18 Agustus-2 September. Jadwal bahkan lebih cepat mengingat ada beberapa cabor yang mulai bertanding sejak 10 Agustus nanti.

Kritikan kepada INASGOC sendiri menyasar berbagai hal. Mulai dari penetapan jumlah cabor, venue, struktur kepanitiaan, dana, hingga publikasi yang dirasa minim. Bahkan, menu makanan untuk para atlet juga tak luput dari pertanyaan banyak pihak.


Bukan tanpa alasan. Setahun terakhir, beberapa venue memang sempat belum rampung dibangun. Sosialisasi yang minim juga menjadi perhatian, mengingat gengsi negara dipertaruhkan. Bahkan hal itu sampai membuat Presiden Joko Widodo memberi teguran.

Dalam beberapa pekan terakhir penyelenggaraan, masalah tetek bengek seperti perwajahan Jakarta selaku kota penyelenggara bahkan kerap diributkan. Terakhir, masalah penempatan loket tiket yang terletak menutupi jalur pesepeda di kawasan Senayan juga menjadi perdebatan.

Erick Thohir menjelaskan, dirinya berharap agar masyarakat bisa memaklumi. Ia meminta semua pihak kini bahu membahu membuat Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bisa sukses menggelar hajatan akbar ini.

"Gini ya, kita sebaiknya jangan terjebak hal-hal kecil. Kalau ini salah itu salah, sudah pasti yang kami kerjakan dalam waktu dua tahun semuanya salah," kata Erick kepada detikSport.


"Tapi sebaiknya bagaimana kita semua mencari solusinya. Contoh, yes benar, loket ada di trotoar tapi kan loket itu gak selamanya, cuma untuk Asian Games, toh pada waktu Asian Games tidak mungkin sepeda lewat situ, kan ditutup. Nah yang salah, setelah Asian Games loketnya masih ada, itu baru salah."

"Sekarang kita ini menjadi satu dan hal-hal yg bisa diselesaikan bersama ya sebaiknya diselesaikan. Buat pengguna sepeda, bukannya meremehkan. Tapi maaf, memang tidak bisa, kan buat Asian Games."

"Tapi ya gapapa, kritik itu sesuatu yg membangun. Kalau di era reformasi tidak siap dikritik ya jangan jadi pemimpin. Itulah yang saya sering jadikan jokes, kalau kami itu panitia kawinan karena salah mulu," jelasnya. (yna/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed