DetikSport
Selasa 14 Agustus 2018, 20:02 WIB

Atlet Wushu dan Angkat Besi Berlatih Saat JIEXPO Kemayoran Bersolek

Mercy Raya - detikSport
Atlet Wushu dan Angkat Besi Berlatih Saat JIEXPO Kemayoran Bersolek Pewushu Lindswell Kwok saat berlatih di JIEXPO Kemayoran, Selasa (14/8/2018). (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Atlet nasional angkat besi dan wushu mulai menjalani latihan perdana di JIEXPO Kemayoran, Selasa (14/8/2018). Lindswell Kwok dkk. menjajal lapangan di sela-sela pekerja sedang merapikan venue untuk Asian Games 2018.

Angkat besi melakoni latihan di Hall A3 pukul 15.00 WIB. Sri Wahyuni dkk menjalani latihan di tempat yang sudah disediakan, dengan platform, barbel, dan piring bumpernya. Dang... nyaring bunyi barbel saat diempaskan ke platform. Sejenak kemudian, barbel serta piringannya memantul ke atas.

Itu cuplikan sesi latihan lifter nasional di venue angkat besi Asian Games 2018. Mereka mulai menjajal venue kendati belum benar-benar beres.




"Masih agak licin," kataSri Wahyuni, lifter nasional di kelas 48 kg. saat menjajal barbel yang akan dipakainya tersebut.

Dalam pertarungan di angkat besi Asian Games ini, barbel dan peralatan lain menggunakan produk dari Swedia. Peralatan itu sama dengan alat yang digunakan saat Kejuaraan Dunia dan mendapatkan sertifikasi dari International Weighlifting Federation.

Manajer tim pelatnas angkat besi, Dirdja Wihardja, mengatakan latihan ini hanya untuk menjajal alat latihan. Rencananya, Rabu (15/8/2018) akan kembali berlatih di Mess Kwini, Senen, Jakarta.

"Yang jelas dengan menjadi tuan rumah kita jadi lebih tahu medannya. Tempat latihannya, medan pertandingannya. Seperti Eko Yuli dia akan mencoba platform tanding untuk mencari titik fokusnya. Jika sudah dapat itu, mau penonton di mana tak bakal terkecoh," Dirdja menjelaskan.

"Harapannya ya angkat bisa membuat sejarah. Dua emas? Tak berkurang. Nambah bisa. Yang penting pasukan siap dan optimistis memberikan yang terbaik," dia menjelaskan.




Di hall berbeda, Hall B 3 juga telah berlangsung latihan timnas wushu. Sebanyak 13 atlet disiplin sanda dan taolu berlatih di matras terpisah pada latihan yang dimulai pukul 16.00 WIB.

Mereka berlatih di tengah-tengah para pekerja yang sedang membenahi perlengkapan pertandingan. Seperti perbaikan skorring system dan kondisi tempat tanding yang belum jadi sempurna alias berantakan.

"Ya memang secara timeline sebenarnya harus sudah beres hari ini semua. Namun, terpotonh satu setengah hari karena sempat ada masalah," kata manajer venue Gede Sarjana, ketika ditemui terpisah.

Hal menarik yang ditemui lainnya adalah kondisi hall yang masih panas. Pihak JIEXPO belum menyalakan air conditioner dan itu cukup mempengaruhi atlet taolu ketika berlatih. Namun, akhirnya bisa dinyalakan khusus hall B 2 saja.

"Untuk atlet sanda (tarung) mungkin bagus kalau suasana panas. Tapi taolu tidak bisa dan itu memecah fokus mereka juga karena kepanasan. Makanya tadi saya meminta untuk dinyalakan AC dan memang bagusnya mereka berlatih di suhu 25 derajat celsius," ujar Gede.


(mcy/iah)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed