detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 31 Agu 2018 15:36 WIB

Pahlawan di Balik Layar Asian Games: Petugas Kebersihan yang Jaga Siang-Malam

Bahtiar Rifa'i - detikSport
Petugas kebersihan jadi pahlawan di balik gelaran Asian Games 2018 (Bahtiar Rifai/detikSport) Petugas kebersihan jadi pahlawan di balik gelaran Asian Games 2018 (Bahtiar Rifa'i/detikSport)
Jakarta - Sekitar 400 orang petugas kebersihan dipekerjakan selama Asian Games 2018 khususnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Mereka kerja siang malam, agar nama tuan rumah Indonesia tidak tercoreng karena masalah sampah.

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi pusat aktivitas Asian Games 2018 di Jakarta. Selain menjadi venue beberapa cabang olahraga, lokasi ini merupakan tempat yang dituju untuk nonton bareng pertandingan atau sekadar menikmati suasana festival olahraga terbesar di Asia.

Dari ribuan orang yang datang tiap harinya, tercipta sampah dalam jumlah sangat banyak. Untuk mengantisipasi sampah menumpuk, menimbulkan bau, dan pada akhirnya mencoreng nama Indonesia sebagai tuan rumah, dikerahkan 400 orang petugas kebersihan.



Jumlah itu belum termasuk dari pihak pengelola SUGBK. Karena 400 orang ini adalah mereka yang dipekerjakan dari Sudin Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta. Tugasnya, menjaga kebersihan lingkungan SUGBK agar tidak cerita buruk dari tuan rumah datang ke negara peserta olah raga empat tahunan di Asia ini.

"Kita nggak ingin buat malu nama Indonesia," kata Abdul Rahman dari pengawas Sudin LH DKI Jakarta kepada detikSport, Jumat (31/8/2018).

Di luar momen Asian Games, produksi sampah di SUGBK menurutnya hanya 22 ton sehari. Tapi, jumlah tersebut melonjak saat ini karena ribuan pengunjung datang demi menonton pertandingan. Dalam sehari, petugas bisa mengumpulkan sampai 38-40 ton sampah.

"Yang melonjak sampah saat ada pertandingan badminton. Itu bisa sampai 40 ton sampah kita kumpulkan," katanya.



400 orang ini, Rahman melanjutkan, adalah petugas dari Sudin LH Jakarta Barat, Selatan dan Pusat. Mereka dibagi dalam dua waktu kerja antara pukul 6.00-14.00 WIB. Bagian kedua, antara 14.00-21.00 WIB. Tapi, kadang menurutnya mereka bisa bekerja sampai tengah malam karena jumlah sampah yang melonjak.

Bahkan saat acara pembukaan lalu, mereka bisa mengumpulkan 50 ton sampah dalam satu malam. Untungnya, Rahman dan 400 rekannya dibantu oleh 250 relawan kebersihan.

"Itu kita bekerja sampai subuh baru bersih semua sampah," ujarnya.

Rencananya, saat penutupan pada 2 September mendatang, para petugas ini kata Rahman akan ditambah 500 orang. Belum lagi, ada ratusan relawan yang ditempatkan di luar ring SUGBK dengan tugas serupa.

"Nanti kita dikumpulkan 500 orang itu buat penutupan. Ditambah sama relawan biasanya mereka tugas di luar," paparnya.



Linanto, petugas kebersihan dari Sudin LH Jakbar mengungkapkan hal serupa. Ia diperbantukan untuk menyukseskan Asian Games dengan cara keliling ke setiap venue. Bermodalkan plastik besar, ia diminta untuk mengambil setiap puntung rokok yang berserakan di sudut-sudut SUGBK.

"Kan banyak orang asing, nanti dia pulang masa dibilang Indonesia kotor," ujarnya.



Tonton juga 'Rela Gelontorkan Duit Jutaan Demi Suvenir Asian Games':

[Gambas:Video 20detik]

(bri/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com