detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 19 Sep 2018 13:15 WIB

Setiyo Budihartanto Bidik Emas Lompat Jauh untuk Indonesia

Mercy Raya - detikSport
Setiyo Budihartanto  bertekad menuai medali emas di Asian Para Games 2018. (Agung Pambudhy/detikSport) Setiyo Budihartanto bertekad menuai medali emas di Asian Para Games 2018. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Setiyo Budihartanto memilliki penngalaman tampil di Asian Para Games. Kini, dia pun membidik medali emas di Jakarta.

Setiyo asyik saja melakukan lompat skipping saat pemanasan, Selasa (18/9). Tangan kirinya yang hanya sampai siku tak menjadi gangguan.

Dia juga menyelesaikan gerakan pemanasan lain dengan tanpa canggung. Untuk menyelesaikan gerakan inti, lompat jauh, malah lebih mudah bagi Setiyo. Dia tinggal berlari dan melenting dengan memaksimalkan otot-otot kakinya yang kuat.

Semangatnya makin membara. Waktu menuju Asian Para Games 8-16 Oktober 2018 tinggal tiga pekan lagi.




Kali ini, dia tak ingin menjadi runner-up atau peringkat ketiga. Setiyo mematok target juata.

Bekalnya lumayan. Dia selalu turun pada dua Asian Para Games sebelumnya. Pada debutnya, pria 32 tahun asal Temanggung, Jawa Tengah itu meraih perunggu. Kemudian, dia berhasil memperbaiki pencapaiannya: meraih medali perak.


Setiyo Budihartanto berlatih di lapangan Manahan, Solo ke Asian Para Games 2018. Setiyo Budihartanto berlatih di lapangan Manahan, Solo ke Asian Para Games 2018. (Agung Pambudhy/detikSport)


"Ya target lebih baik lah, puncak podium. Berharap lebih baik daripada Asian Para Games sebelumnya," kata Setyo berbincang-bincang dengan detikSport di Stadion Sriwedari, Solo.

Pelatnas Jangka Panjang Sejak ASEAN Para Games 2017

Bersama atlet pelatnas difabel lain, Setiyo sudah menjalani latihan sejak tahun lalu. Dia dan atlet nasional lain yang sudah tampil di ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur tinggal melanjutkan keseharian di Solo.

"Jadi, kurang 20 hari seperti ini bisa dibilang intensitasnya (latihan) sudah menurun tapi kualitasnya tetap. Uji-uji tanding aja seperti simulasi pertandingan, memantapkan awalan, teknik, jaga kondisi kebugaran fisik," dia menjelaskan.

"Sabtu ini saya juga berencana pulang minta dia restu orang tua. Saya percaya dalam pertandingan kita 30 persen latihan dan 70 persen adalah kehendak yang kuasa tapi insha Allah kita juga berusaha dalam setiap kesusahan pasti ada kemudahan. Percaya pada Tuhan apa yang kita panjatkan akan terkabul, itu yang menambahkan optimisme pada diri saya," katanya kemudian.


Simak Juga 'Maria Londa Atlet yang Dipupuk Cinta Tanah Air Sejak Dini':

[Gambas:Video 20detik]



(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed