detiksport
Follow detikSport
Selasa, 25 Sep 2018 09:06 WIB

INAPGOC Gelar Simulasi Waktu Tempuh dari Wisma Atlet ke GBK

Mercy Raya - detikSport
Wisma Atlet akan digunakan untuk atlet Asian Para Games 2018 (Agung Pambudhy/detikSport) Wisma Atlet akan digunakan untuk atlet Asian Para Games 2018 (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) menggelar simulasi waktu tempuh perjalanan atlet dari wisma atlet Kemayoran ke lokasi venue-venue pertandingan.

Simulasi berlangsung pukul 09.00 WIB dimulai dari pintu utama wisma atlet Kemayoran, tower pertama, Selasa (25/9/2018). Sekitar 20 kendaraan yang digunakan dari mulai bus low deck, high deck, dan beberapa jenis kendaraan minibus lainnya.

INAPGOC bekerjasama dengan Polda Metro Jaya melakukan pengawalan khususnya dari wisma atlet menuju venue-venue di Gelora Bung Karno, Senayan. Jarak waktu maksimal yang ingin ditempuh adalah 55 menit.






"Jadi pagi ini kami akan melaksanakan kegiatan simulasi khususnya untuk kegiatan transportasi dan berkaitan dengan pengawalan rute. Rute dari wisma atlet menuju ke beberapa venue," kata Kombes Pol Yusuf SIK Dirlantas Polda Metro Jaya dalam jumpa persnya sebelum memulai uji coba.

"Nanti akan kami bagi sesuai dengan venue-venue. Yang pertama dari wisma atlet ke GBk kemudian menuju venue lain," sambungnya.

Yusuf menjelaskan dari 18 titik venue yang akan digunakan selama pertandingan Asian Para Games yang berlangsung 6 sampai 13 Oktober, venue terjauhnya adalah PP POPKI, Cibubur. Sementara rute terdekat adalah JIExpo Kemayoran. Padahal, lokasi pertandingan ada juga yang di area Sentul, Bogor, Jawa Barat, yaitu cabang paracycling.



INAPGOC Gelar Simulasi Jarak Waktu Wisma Atlet ke GBKFoto: Pradita Utama/detikSport




Dalam kegiatan pengawalan ini nantinya satu kendaraan akan didampingi satu mobil pengawalan dan dua kendaraan bermotor. Kemudian selama kegiatan pengawalan ini batas waktu tempuh maksimal 55 menit. Kemudian kecepatan kendaraan tidak boleh lebih dari 60 km per jam.






"Karena yang kami kawal difabel dan itu tak bisa kecepatan tinggi. Jadi menyesuaikan dengan yang dikawal. Jadi yang dikawal ini menggunakan kursi roda. Jika kecepatan tinggi dan pengereman mendadak dan sebagainya takutnya berbenturan di dalam. Jadi kami mencari amannya kurang dari 60 km per jam," tutupnya.


Simak Juga ' Begini Sistem Tiket Asian Para Games 2018 ':

[Gambas:Video 20detik]

(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed