detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 08 Okt 2018 15:48 WIB

M Fadli: Terpuruk dan Bangkit di Sirkuit Sentul

Amalia Dwi Septi - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Tiga tahun lalu Muhammad Fadli tampil di Sirkut Sentul sebagai pebalap motor. Kini, dia mewakili Indonesia sebagai pebalap sepeda di Asian Para Games 2018.

Fadli berhasil menjadi juara di SuperSport 600 cc Asia Road Racing Championship (ARRC) 2015. Kejuaraan tersebut berlangsung di sirkuit Sentul, Bogor.

Kegembiraan itu menjadi muram kala Fadli dii tengah selebrasi. Pebalap Thailand, yang menjadi lawannya, melaju kencang dari arah belakang dan menabrak Fadli. Pebalap Bogor itu tersungkur. Kaki kirinya remuk.




Setengah tahun Fadli terbaring di RS dan menjalani sejumlah operasi. Dalam prosesnya, dia memutuskan untuk amputasi lutut kiri.

Tak butuh waktu lama bagi Fadli untuk bangkit. Dia balapan dengan putra pertamanya. Waktu itu, dia bertekad untuk bisa berjalan lebih dulu ketimbang anaknya.

Bisa berjalan, Fadli kembali menekuni hobinya, yang dulu jadi salah satu latihan untuk menggenjot stamina, balap sepeda. Dalam prosesnya, dia juga kembali ke sirkuit, menunggang motor dengan cc besar meski tak turun dalam balapan.

Fadli berfokus menjadi mentor di sekolah balap motor miliknya. Homebase sekolah motor itu ada di Sirkuit Sentul.

Di saat itulah, Fadli diajak untuk benar-benar kembali ke sirkuit balap. Bukan dengan motor, namun balap sepeda.




Oleh seorang mantan pebalap sepeda, Puspita Mustika Adya, Fadli diajak untuk bergabung dengan para-cycling, balap sepeda untuk disabilitas. Dia setuju dan turut berlatih.

Kini, dua tahun sejak bergabung dengan para-cycling, Fadli tampil di Asian Para Games 2018. Dia sukses menyumbangkan medali perak dengan catata waktu 28 menit 21, 835 detik.

Sekilas memorinya di masa kejayaan dan tragedi sebagai rider muncul dalam ingatan. Namun perasaan bangga dan senang bisa meraih medali lebih besar.

"Tampil di sini lagi, sangat senang. Jadi memang momentum Asian Para Games ini membawa kesempatan kedua saya di balapan. Balapan sepeda," ujar Fadli sambil tersenyum.

"Kalau dulu balapan motor. Sekarang tantangan baru. Tapi saya jadi lebih menguasai aturan power yang ada di dalam diri saya. Karena balap sepeda di individual time trial itu tidak bisa langsung meningkatkan kecepatan di awal. Pasti habis," dia menambahkan.

Selama dua tahun menekuni balap sepeda dengan kondisi fisik tak sempurna bukan lah hal mudah bagi Fadli. Dia membutuhkan waktu untuk benar-benar yakin dan mampu.

"Bagi saya tidak gampang ya walaupun saya diamputasi dua tahun lalu, mungkin orang melihatnya cepat banget. Tapi buat saya itu waktu yang lama, karena dalam dua tahun itu saya latihan intensif sampai akhirnya masih bisa improve. Sampai kapan? sampai semangat saya habis sampai saya tidak kuat lagi," katanya




Saksikan juga video 'M Fadli Siap di Atas 100% demi Asian Para Games 2018':

[Gambas:Video 20detik]

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com