detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 26 Okt 2018 19:23 WIB

Apapun Alasannya, Bonus Asian Para Games Jangan Dipotong

Mercy Raya - detikSport
Kontingen Indonesia di penutupan Asian Para Games 2018. (Arief Bagus/AFP)
Jakarta - Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto, menegaskan tak ada aturan untuk memotong bonus atlet. NPC tak bisa berdalih menggunakan AD/ART.

NPC memang tak memiliki sumber dana yang kontinyu untuk membiayai operasional. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengakui hanya memberi anggaran pelatnas atlet National Olympic Committee (NPC) Indonesia sesuai dengan kompetisi yang diikuti. Untuk biaya administrasi dan operasional harian diserahkan bulat-bulat kepada NPC.

Saat dipisahkan dengan KONI pada 2004, NPC memang kesulitan untuk mendapatkan dana. Jika sebelumnya menyusu APBN, NPC tak mendapatkannya lagi, kecuali menjelang multievenet.




Nah, untuk membiayai operasional, termasuk administrasi, NPC menetapkan dalam AD/ART untuk memotong bonus-bonus atlet, khususnya di multievent seperti Asian Games, ASEAN Para Games, serta Peparnas. Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun, dalam konferensi pers di Arena GBK di sela-sela Asian Para Games 2018 menyebut setiap atlet diwajibkan berkontribusi sebesar 30 persen. Yakni, dengan rincian sebesar 15 persen pemotongan untuk NPC Indonesia, dan 10 persen diserahkan kepada NPC Provinsi. Sisanya, lima persen, unntuk NPC Kabupaten dan Kota.

Setelah ditelisik, besaran kontribusi itu tak tertulis dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NPC Indonesia secara detail. Menukil pasal 6 butir E Anggaran Dasar NPC Indonesia tentang Kewajiban Anggota tertulis "Memberi kontribusi kepada organisasi khusus bagi anggota atau berkedudukan sama dengan anggota yang memperoleh penghargaan yang bersifat material melalui atau karena prakarsa NPC Indonesia dengan jumlah yang akan ditentukan oleh peraturan organisasi."

Gatot meminta agar NPC menghentikan pemotongan bonus itu. Apalagi, tak ada besaran pasti.

"AD/ART itu urusan tiap organisasi. Itu sebagai Non Goverment Organazation (NGO), itu hak mereka dan kami tidak boleh mencampuri. Tapi, jangan (juga) itu dijadikan landasan untuk memotong. Sangat lemah itu. Karena di pasal aturan AD/ART itu saya baca, tidak ada kata-kata 30 persen loh ya. Tidak ada," kata Gatot di Kantor Kemenpora, Senayan, Jumat (26/10/2018).

"(Jadi) Jangan sembarangan mengutip karena area ini kan sensitif. Jangan sembarang mengutip sesuatu yang masalah peraturan bukan haknya, kenapa? Karena saya berulang-ulang mengatakan kalau AD/ART itu lemah," dia menambahkan.

Gatot juga memastikan operasional NPC akan didanai Kemenpora.




(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com