detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 29 Nov 2018 14:54 WIB

Kejuaraan Akuatik Indonesia Open Digeber Desember

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Kejuaraan Indonesia Open Aquatic Championship kembali bergulir. Ajang itu akan diikuti 2 ribu atlet dalam dan luar negeri.

Kejuaraan untuk renang, renang artistik, loncat indah, dan polo air itu digeber di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Senayan, mulai 1-9 Desember. Rinciannya, renang bergulir 1 sampai 5 Desember, polo air 1 sampai 6 Desember, renang artistik 7 sampai 9 Desember, loncat indah 6 sampai 9 Desember, dan renang master 9 Desember.

Wakil Ketua Umum PB PRSI, Harlin E. Rahardjo, dalam sambutannya mengatakan kejuaraan ini menjadi bagian dari seleksi pelatnas SEA Games 2019.


"Kami harap di IOAC para atlet bisa banyak dapat waktu yang bagus hingga kami mudah menyeleksi menuju SEA Games. Bagusnya lagi kolam renang akuatik di GBK ini juga bisa menyelenggarakan event secara simultan. Maksimal dua nomor secara bersamaan," kata Harlin dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (29/11).

Dalam ajang ini, PRSI akan menerapkan format penyisihan sesi pagi (pukul 08.00 WIB) dan sesi grandfinal pukul 18.00 WIB.

"Ini memang harus dibiasakan sejak dini karena di ajang multievent seperti SEA Games dan Asian Games itu konsep seri dan final dipertandingkan. Jadi kami membasakan diri," jelasnya.

Ajang ini pun dikemas lebih bergengsi dengan melibatkan sejumlah perenang dari luar negeri. Hanya saja perenang asing akan turun saat memasuki grandfinal saja.

"Perenang ada sekitar 15 atlet dari Suriah, kemudian ada dari Singapura, dan Malaysia. Tapi karena perenang Malaysia itu tinggal di sini jadi mewakili klub lokal. Sementara untuk renang indah ada delapan orang dari Selangor, empat akan turun di loncat indah. Sedangkan polo air semuanya dari dalam negeri," sebut Kabidbinpres PRSI, Wisnu Wardhana, dalam kesempatan sama.

Mantan perenang nasional ini pun berharap Indonesia Open bisa memberikan dampak bagi pembibitan usia muda untuk multievent yang lebih tinggi.

"Tentu secara langsung akan memberi pengaruh pada pembinaan kami, baik di usia dini maupun kelompok umur. Karena ajang ini juga untuk saring bibit menggantikan perenang elit kami," ujar dia.

"Terlebih akhir tahun depan ada SEA Games, kejuaraan dunia senior dan junior di tahun sama. Sehingga, diharapkan melalui IOAC ini kami sudah komunikasi dengan FINA dan mereka sudah memastikan Indonesia Open ini menjadi event taraf internasional dan ini harus kami rawat," kata Wisnu.



Tonton juga video 'Ada Jejak Rusia di Stadion Akuatik GBK':

[Gambas:Video 20detik]

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed