detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 29 Nov 2018 23:28 WIB

Kejuaraan Akuatik Indonesia Open Jadi Seleksi ke SEA Games 2019

Mercy Raya - detikSport
Wakil Ketua PB PRSI Harlin E. Rahardjo  (dok. PRSI) Wakil Ketua PB PRSI Harlin E. Rahardjo (dok. PRSI)
Jakarta -
Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) menyiapkan tiga tahapan seleksi untuk menjaring atlet terbaik menuju SEA Games 2019. Salah satunya Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC).

Indonesia bertekad untuk memperbaiki hasil SEA Games 2017 tahun depan. Tahun lalu, perenang Merah Putih menuai empat medali emas 11 perak, dan 10 perunggu. Empat emas dipersembahkan oleh I Gede Siman Sudartawa dari nomor 50 meter gaya punggung, Indra Gunawan (50 meter gaya dada), Nathaniel Gagarin (100 meter gaya dada), dan Triady Fauzi Sidiq (200 meter gaya ganti).

Untuk memenuhi target itu, PRSI menjaring perenang terbaik ke Timnas. Mereka harus lolos tiga ajang, yakni dimulai dari Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC), Festival Akuatik, dan Seleksi Nasional.


Wakil Ketua PB PRSI, Harlin E. Rahardjo, mengatakan tahapan-tahapan tersebut harus dijalani perenang. Indonesia Open akan berlangsung 1-9 Desember, sedangkan Festival pada April 2019, dan seleknas akan berlangsung September.

"Untuk seleksi pelatnas kami akan menetapkan limit waktu tertentu dan hanya perenang terbaik pertama dan kedua yang lolos pelatnas," kata Harlin di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Kamis (29/11/2018).

"Begitu juga semisal yang dilewati adalah limit atlet pelatnas maka secara otomatis akan tergantikan. Tidak ada anak emas, bahkan selevel nomor 1 seperti I Gede Siman Sudartawa, Gagarin Nathaniel Yus, Triady Fauzi Siddiq, tiba-tiba drop ya (bisa diganti)," dia menambahkan.

Tapi, meski lolos di tahap pertama tak menjamin si atlet bakal aman. Di dua tahapan berikutnya baik yang sudah lolos maupun gagal bisa kembali menguji kemampuannya pada seleksi tahap kedua dan ketiga.

"Jadi, sebenarnya semua tergantung seleknas terakhir. Juga kami akan melihat waktu di kejuaraan dunia (Juli) dan kejurdun junior. Jadi selain lolos di pelatnas juga harus lolos dua event itu karena kami harus menjaga kualitas. Karena itu, kami masih membuka kesempatan semua orang sampai entry by name SEA Games," ujar dia.

PRSI yang gagal total di Asian Games 2018 pun berharap pada pelatnas SEA Games tahun depan, Kemenpora dapat mengakomodir perenang lebih banyak.

"Karena pelatnas kemarin kami hanya mendapat 16 atlet saja untuk Asian Games. Nah, kami berharap untuk SEA Games bisa kembali 24-25 atlet karena untuk Asia Tenggara persaingannya kan lebih terbuka dibandingkan Asian Games yang level persaingannya lebih tinggi," Harlin berharap.



(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed