detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 01 Des 2018 21:27 WIB

Serunya Nonton Atlet Internasional Balapan Drone di Karawang

Luthfiana Awaluddin - detikSport
Axel Mario Lengkong pembalap drone belia berprestasi memperlihatkan pesawat drone miliknya (Luthfiana Awaluddin/detikSport) Axel Mario Lengkong pembalap drone belia berprestasi memperlihatkan pesawat drone miliknya (Luthfiana Awaluddin/detikSport)
Karawang - Di akhir pekan ini, ada balapan drone di Karawang. Sebanyak 32 peserta dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi. Seperti apa kompetisinya?

Drone atau pesawat tanpa awak jadi benda fenomenal saat ini. Tak hanya jadi alat mengambil gambar atau liputan jurnalistik, kini drone mulai dipertandingkan. Penggemarnya makin banyak di Indonesia. Berbagai ajang balapan drone mulai semarak di berbagai daerah. Bahkan drone race bakal dipertandingkan di PON 2020 Papua.

Bertajuk SEKAR Drone Racing 2018 dan bertempat di lapangan Summarecon Emerald Karawang, puluhan orang nampak sibuk memainkan remote control. Acara itu merupakan garapan asosiasi liga balap drone internasional MultiGP. Selain melewati obstacle atau rintangan, kompetisi ini mengharuskan peserta menyelesaikan track berliku.

Di kepala mereka, terpasang perangkat mirip Virtual Reality (VR). Di lapangan seberang tenda mereka, terlihat drone terbang dengan cepat. Pesawat tanpa awak itu meliuk - liuk, bermanuver melewati 13 gawang sebagai rintangan. Mereka berpacu mengendalikan drone untuk melewati rintangan dengan kecepatan tinggi.






"Balapan ini untuk mempopulerkan drone race pada masyarakat. Sekaligus mencari bibit - bibit pilot berbakat karena balapan drone akan dipertandingkan di PON 2020," kata Ichsan dari MultiGP Indonesia kepada detikSport, Sabtu (1/12/2018).

Ichsan menuturkan, ajang ini digelar untuk menambah jam terbang pembalap drone Indonesia yang semakin banyak. Tak jarang usia mereka masih muda. Alhasil, federasi drone menggelar berbagai event supaya prospek Indonesia di olahraga ini cerah.

"Balapan ini untuk menambah pengalaman mereka juga," sambungnya..

Menurut Ichsan, perlombaan ini penting karena Indonesia punya banyak atlet belia berkualitas. Salah satunya adalah Axel Mario Lengkong (14). Meski masih muda, bocah kelas 3 SMP itu sudah malang melintang di ajang internasional. Ia tercatat pernah berlaga di Malaysia, Singapura, Korea, Swiss, Jerman, dan Belgia.

Atas prestasinya itu, Axel direkrut tim Raiden, tim drone race asal Jepang. Ia adalah satu - satunya atlet Indonesia dalam tim tersebut."Buat aku, balapan drone udah mulai jadi profesi saat ini," kata Axel kepada detikSport.






Di Karawang, Axel berlomba dengan atlet yang lebih tua umurnya. Namun ia mendapat perlawanan sengit dari Andis Angkasa Cahyadi, pembalap drone berumur 9 tahun. Axel dan Andis berlomba di kelas Ace Bracket, kategori tertinggi di balapan itu. Di akhir lomba, Axel harus mengakui keunggulan Andis. Andis menyabet juara satu kelas Ace Bracket, sedangkan Axel menempati juara tiga dalam kelas itu.

Executive Director PT. Summarecon Agung, Albert Luhur mengatakan kompetisi drone ini sejalan dengan misi Summarecon Emerald Karawang (Sekar) dalam menghadirkan sebuah kawasan berkonsep community development. Menurut Albert, drone racing sudah banyak digelar diberbagai kota besar di Indonesia dan untuk pertama kalinya Karawang juga menggelar kegiatan ini.

"Selama kegiatan itu positif dan disukai masyarakat kami sangat mendukung sekali, termasuk kompetisi drone ini patut didukung. Salah satu bentuk apresiasi kami itu dengan menyediakan venue perhelatan terbesar di karawang ini," kata Albert.

"Kita menyediakan venue yang tepat untuk kegiatan tersebut di Sumarecon Karawang dan lahannya cukup. Kedepan tentunya akan dibuat lebih besar lagi sebagai ajang silaturahmi kita," demikian dia.


Baca juga: Pilot drone


(mrp/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed