detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 04 Des 2018 20:11 WIB

Perenang Elite Kurang Sip di Indonesia Open, PRSI: Enggak Masalah

Mercy Raya - detikSport
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) memaklumi hasil kurang sip atlet elite di Indonesia Open Aquatic Championship 2018. Saat ini, mereka tengah masuk periodisasi pemulihan.

Lebih dari 16 atlet elite diturunkan di Indonesia Open yang berlangsung di Stadion Akuatik, Senayan, mulai sejak 1-9 Desember 2018. Tapi, empat hari bergulir beberapa catatan waktu perenang nasional itu hampir semuanya menurun.

Dua di antaranya, I Gede Siman Sudartawa yang membela klub MNA Jakarta memang masih merajai nomor 50 meter gaya punggung putra. Tapi, catatan waktunya jauh dari personal best miliknya sendiri, 25.04 detik. Di Indonesia Open dia hanya membukukan waktu 25.58 detik.

Gagarin Nathaniel Yus yang turun di nomor 50 meter gaya dada putra juga hanya mampu berada di urutan kedua dalam lomba yang berlangsung di hari ketiga perlombaan.


Gagarin hanya mencatatkan waktu 28,89 detik. Jauh dari catatan waktu Asian Games 28,37 detik. Dia juga kalah bersaing dengan perenang nonpelatnas Muhammad Fachri yang membukukan 28.57 detik. Sementara peringkat tiga diraih Dennis Tiwa yang membukukan waktu 29,07 detik.

"Saya pikir ini wajar karena masih tahap building. Karena walaupun ini pembentukan tim, kami juga melihat seberapa siap atau kesiapan mereka seperti apa. Catatan waktu memang turun. Kalau naik justru kami yang khawatir,"kata Kabidbinpres PB PRSI, Wisnu Wardhana, ketika ditemui di Stadion Akuatik, Selasa (4/12/2018).

"Sprinter seperti Siman memang butuh off karena harus building lebih banyak dan spesifik. kalau endurance masih bisa. Memang ada yang jauh menurun, itu yang harus dievaluasi. Tapi, perenang muda yang lapis dua naik, harus dilihat juga. Jadi tidak hanya melihat yang turun tapi juga yang naik," dia menambahkan.

Bagaimana dengan Gagarin, yang dikalahkan oleh perenang nonpelatnas?

"Kan kami ambil dua perenang. Kami melihat perenang nomor satu dan dua, kemudian dilihat seberapa jauh dari limit best time. Dia (Gagarin) sekitar 20/100 dari best time nya. Jadi masih bisa," jelas mantan perenang nasional tersebut.

"Sementara Fachri (yang mengalahkan Gagarin) akan dipertimbangkan. Dia pasti bisa masuk pelatnas," ujar dia.

Untuk level putri, Wisnu mengakui jika masih jaub tertinggal namun jika bicara pembinaan jangka panjang sektor putri cukup berpotensi.

"Makanya kami mau mulai di Kelompok Umum 4 dan 3 ( di bawah 12 tahun) dan untuk membenahi masalah ini butuh waktu, tidak sebentar. Perlu kerja sama dan dukungan dari semua pihak. Jangan kita karbit mereka juara kelompok umur tapi begitu SEA Games dan Asian Games tak terpilih," ujarnya menjelaskan.



(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed