detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 10 Des 2018 17:38 WIB

Usai Asian Games dan Para Games, KORI Sodori Rekomendasi untuk Kemenpora

Amalia Dwi Septi - detikSport
Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto: Hafidz Mubarak A/Antara
Jakarta - Sebuah Komunitas Olahraga Indonesia (KORI) menyodorkan rekomendasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mereka mengusulkan blue print pembinaan olahraga.

Indonesia berhasil memenuhi target prestasi di Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Skuat Merah Putih finis di peringkat keempat di Asian Games dan kelima pada Asian Para Games.

Keberhasilan itu tak lepas dari campur tangan pemerintah yang lebih intens sepanjang pelatnas. Nah, KORI, yang diisi oleh pengurus dan bekas pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta panitia INASGOC berharap peran pemerintah berlanjut dalam pembinaan atlet.


"Kami akan membuat dua rekomendasi. Yang pertama, menyangkut kepentingan para atlet. Yang kedua, adalah mengenai rencana kerja blue print kepada olahraga Indonesia," ujar Ketua KORi, Harry Warganegara, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (10/12/2018).

"Tentunya kami ingin mengajak perumusan ini kepada atlet untuk memberikan masukannya. Begitu juga dengan blue print, kepada para stake holder semuanya kami mengajak membuat blue print tersebut, sasarannya sudah ada bicara tuan rumah (Olimpiade 2032) waktu persiapan sebelum 2024," kata Harry.

"Dua rekomendasi mengenai atlet dan dunia olahraga kami akan berikan kepada pemerintah. Dan kalau boleh bisa Pak Erick untuk memberikan kepada pemangku tertinggi RI (Presiden Joko Widodo) supaya kami melihat mudah-mudahan dalam waktu sampai 5 bulan, rekomendasi ini bisa ditindak lanjuti pleh pemerintah," kata dia.

KORI Adalah LSM Bukan Saingan KOI atau KONI

Dalam acara itu, ketua KOI dan ketua INASGOC, Erick Thohir, menegaskan bahwa KORI bukan lembaga atau organisasi yang dibuat untuk bersaing dengan KONI atau KOI. KORI adalah sebuah LSM yang turut mengawasi olahraga.

"KORI ini sebagai LSM yang akan memperjuangkan salah satunya atlet bahwa atlet Indonesia sudah saatnya ini bukan hanya sebagai saat bertanding dipuja-puja. Lewat begitu saja, mereka ini pahlawan nasional," kata dia.

"Ini salah satu perjuangan KORI bagaimana atlet-atlet ini bisa diakui secara resmi, contohnya di KTP atlet misalnya harus diakui sebagai atlet," ujar Erick.

"Tidak hanya data-data lainnya saja, salah satunya mereka ingin mendapatkan pinjaman dari bank untuk bangun rumah ini masih kesulitan. Ini yang harus kami perjuangkan. KORI sendiri bisa menambahkan. Saya harapkan dari diskusi ini, KORI tidak hanya diskusi tapi bisa jadi rekomendasi kepada pemerintah, KOI, KONI, Komisi X, dan pemerintah," ujar dia.

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed