detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 21 Des 2018 19:16 WIB

Menpora Siap Jika Dipanggil KPK

Mercy Raya - detikSport
Foto: Rengga Sancaya/detikSport Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Menpora Imam Nahrawi menyatakan kesiapannya jika dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia akan bantu KPK jika diperlukan.

Dalam sepekan terakhir, institusi yang dipimpin Imam tengah disorot. Bukan karena prestasinya, melainkan kasus dugaan suap dana hibah KONI yang melibatkan pejabat Kemenpora.

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu Rp 3,4 miliar.


Saat ini, KPK menetapkan Deputi IV Kemenpora Mulyana, Adhi Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora dkk, dan Eko Triyanto sebagai Staf Kemenpora dkk sebagai tersangka. Mereka diduga menerima suap dari Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI dan Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI. Terbaru, asisten pribadi Menpora berinisial MU turut diperiksa.

Ditemui di Kantor Kemenpora, Imam mengaku belum ada komunikasi berkaitan dengan Asprinya. Tapi dia siap jika memang dipanggil KPK.

"Namanya negara hukum kita hidup di negara hukum jadi harus siap. Kita harus emmbantu KPK dengan baik," kata menteri asal Bangkalan itu kepada pewarta, Jumat (21/12/2018).

Meski demikian, dia mengatakan, sampai saat ini belum ada panggilan dari KPK yang diterimanya.

"Belum," ujar Imam singkat.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed