detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 07 Jan 2019 20:05 WIB

M. Fadli Bertekad Buka Jalan ke Paralimpiade di Kejuaraan Asia Balap Sepeda

Mercy Raya - detikSport
M. Fadli bertekad merebut poin Paralimpaide 2020. (Muhammad Adimaja/detikSport) M. Fadli bertekad merebut poin Paralimpaide 2020. (Muhammad Adimaja/detikSport)
Jakarta - M. Fadli Imammuddin akan memaksimalkan Asian Track Cycling Championship (ACC) 2019 untuk meraih poin Paralimpiade 2020 Tokyo sebanyak-banyaknya. Dia mematok target juara.

Fadli menjadi salah satu dari enam atlet paracycling yang diterjunkan di kejuaraan balap sepeda Asia di nomor trek yang berlangsung di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, 9-13 Januari.

Dia akan turun di dua nomor, yakni tim sprint 750 meter dan individual pursuit 4000 meter. Bagi Fadli ajang itu menjadi kejuaraan pertama dia sejak Asian Para Games Oktober 2018.

Bukan hanya berstatus tuan rumah, ACC menjadi tantangan tersendiri bagi Fadli untuk meraih poin Olimpiade 2020. Fadli, yang kehilangan kaki pada pada 2016 mengincar tempat di olimpiade debutnya.


"Sebenarnya saya hanya butuh masuk enam besar Asia untuk bisa mengamankan slot untuk Olimpiade. Karena itu, fokus untuk amankan itu dulu," kata Fadli di Velodrome, Rawamangun, Senin (7/1/2019).

Fadli memiliki modal meyakinkan untuk mengamankan gelar juara di ACC 2019 itu. Dia pemilik medali emas di nomor 4000 meter individual pursuit C4 (tunadaksa).

Usai Asian Para Games itu, Fadli langsung tancap gas menggeber persiapan selepas libur Asian Para Games kemarin. Dia langsung melanjutkan program persiapan ACC 2019 selama dua bulan.

"Tapi walau cuma dua bulan ini merupakan lanjutan program. Jadi tidak murni baru latihan. Selain itu, saya juga punya senjata (sepeda) baru untuk balapan di pursuit 4.000 meter. Sepeda ini yang kerap digunakan para pebalap dunia jadi ada modal dan saya tinggal fokus ke diri sendiri saja bagaimananya," ujar Fadli.

Pebalap berusia 34 tahun itu mewaspadai pebalap-pebalap dari China, India, dan Malaysia di Rawamangun nanti.

"Persaingan tidak jauh beda seperti Asian Para Games kemarin, karena masih mencakup Asia tapi walau bagaimanapun target paling utama adalah masuk kualifikasi Paraalimpiade 2020," Fadli menjelaskan.

"Kalau perfoma perubahan dari segi kecepatan, tapi kalau untuk totalnya saya ingin nanti di keluarkan pada saat kompetisi karena sekarang tenaganya masih disimpan biar tidak kecepatan peak performance-nya," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com