detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 01 Feb 2019 21:20 WIB

Chris John: Potensi Tinju Indonesia Besar, namun Miskin Kompetisi

Ristu Hanafi - detikSport
Foto: Ristu Hanafi/detikSport Foto: Ristu Hanafi/detikSport
Semarang - Legenda tinju nasional, Chris John, Indonesia memiliki petinju potensial. Tapi, mereka tak berkembang karena kompetisi tak banyak.

"Tinju profesional menurut saya saat ini agak lesu, saat ini sulit promotor menggandeng sponsor untuk gelar event tinju profesional. Beberapa promotor dengan swadaya mencoba menggelar event tinju profesional," kata Chris John, Jumat (1/2/2019).

"Apalagi, saat ini, sepertinya hampir tidak ada event tinju profesional ditayangkan di televisi, beda dengan dulu hampir tiap pekan ada. Sebetulnya menurut saya kita sangat butuh event reguler dan ditayangkan TV sangat membantu perkembangan tinju profesional di Indonesia," dia menambahkan.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan di sela konferensi pers Gelar Tinju Profesional Sabuk Emas Bupati Sleman III kelas ringan 61,4 kg dan Sabuk Emas Sasana Dirgantara, di Atrium Sleman City Hall.

Petinju yang berjuluk The Dragons semasa aktif naik ring itu menilai anak muda atau regenerasi tinju nasional sebetulnya berjalan baik.

"Animo anak muda, sebetulnya bagus, banyak yang tekuni tinju, Indonesia cukup punya prestasi di situ. Tapi tadi itu sulit menemukan event tinju profesional," ujarnya.

"Potensi internasional bagus sekali untuk bersaing di Asia maupun internasional, cuma sekarang masalahnya petinju kesulitan menambah jam terbang, pengalaman dan kemampuan karena jarang sekali pertandingan turnamen profesional. Solusinya, ya, petinju harus aktif mencari pertandingan mungkin di dalam dan luar negeri," dia menjelaskan.

"Kalau di level amatir, ada Pertina. Tapi kalau yang profesional, ditekankan kepada manajer masing-masing petinju atau sasana untuk aktif mencari pertandingan," ujar dia.

"Atlet tinju di Indonesia, perkembangan ada yang beberapa masuk peringkat Asia dan dunia, tapi kesulitannya mereka sulit dapatkan pertandingan, itu kendala yang sering saya dengar," dia menambahkan.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed