detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 06 Mar 2019 21:07 WIB

Gagal Tes Doping, Lifter Acchedya Tutup Jalan ke Olimpiade 2020

Mercy Raya - detikSport
Lifter Indonesia Acchedya Jagaddhita saat tampil di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Helmi Afandi/YU/18) Lifter Indonesia Acchedya Jagaddhita saat tampil di Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/INASGOC/Helmi Afandi/YU/18)
Jakarta - Lifter putri, Acchedya Jagaddhita, kehilangan kesempatan tampil di Olimpiade 2020 Tokyo. Dia dinyatakan gagal dalam tes doping oleh International World Federation (IWF).

IWF mengumumkan secara resmi keputusan itu pada 28 Februari lewat situs mereka. IWF menyebut telah menemukan zat terlarang dalam sampel A milik Acchedya saat tampil di EGAT's Cup Internasional Weightlifiting Championship pada 7 -10 Februari 2019.

"IWF melaporkan hasil resmi tes lab sampel dari Acchedya Jagaddhita (Indonesia) mengandung 17β-hydroxymethyl-17α-methyl-18-norandrost-1,4,13-trien-3-one yang memuat substansi yang dilarang Metandienone (S1.1 agen anabolik). Konsekuensinya, atlet yang bersangkutan ditangguhkan untuk sementara waktu karena potensi pelanggaran aturan antidoping. Dalam setiap kasus di mana ditentukan bahwa olahragawan tidak melakukan pelanggaran aturan anti-doping, keputusan yang relevan juga akan dipublikasikan. IWF tidak akan memberikan komentar lebih lanjut tentang kasus ini hingga kasus ditutup." Begitulah pengumuman dalam situs resmi federasi angkat besi dunia itu.


Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono, terpukul dengan situasi itu.

"Tidak ada satu pun bangsa atau PB PABBSI yang ingin merebut prestasi dengan doping. Saya anggap ini musibah. Sebagai orang muslim ini saya bilang ini musibah berupa cobaan dari Allah karena ini mengandung hikmah," kata Joko saat ditemui di Mess Kwini, Jakarta, Rabu (6/3/2019).

"Saya tak menyalahkan anak-anak, mungkin Allah mengingatkan saya dan pak Rosan Roslani (Ketum PB PABBSI). Kami akan benahi. Ini single event, antara cabor dengan induk cabor internasional," ujarnya lagi.

"Tapi lepas dari segala hal pertama kami sudah kena. Yang kedua bagaimana pengawasannya diperketat. Dokter sudah ada tapi ditingkatkan lagi peran mereka," dia menjelaskan.

IWF sendiri saat ini tengah meningkatkan kualitas federasinya agar angkat besi tak dicoret dari Olimpiade karena banyak lifter yang tersangkut doping. Sebelum Acchedya, delapan lifter Thailand positif doping. Untuk itu, IWF berupaya meningkatkan diri dengan salah satunya ikut memerangi penggunaan doping pada atlet.

IWF juga bekerjasama dengan labolatorium di Jerman untuk memeriksa sampel para atlet angkat besi di setiap event.

"Yang jelas Olimpiade (Acchedya) sudah tak bisa ikut. Dia finis," Joko menegaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed