detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 26 Mar 2019 01:14 WIB

Pelatnas Balap Sepeda Butuh Anggaran Rp 63 M, Hanya Disetujui Rp 10 M

Mercy Raya - detikSport
PB ISSI mendapatkan Rp 10 miliar untuk pelatnas. (Foto: Pradita Utama) PB ISSI mendapatkan Rp 10 miliar untuk pelatnas. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) mesti memutar otak untuk memenuhi kebutuhan pelatnas atletnya. Mereka hanya dapat anggaran Rp 10 miliar.

PB ISSI sebenarnya mengajukan anggaran Rp 63 miliar ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, namun hanya disetujui Rp 10 miliar. Anggaran ini dipakai untuk tiga disiplin, yakni road race, BMX, dan trek.

Manajer tim balap sepeda Budi Saputra mengatakan jumlah tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan timnya yang terdiri dari 26 atlet. Apalagi persiapannya tak sebatas SEA Games 2019, melainkan juga kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.




Rinciannya adalah empat atlet BMX, satu atlet BMX freestyle, empat atlet MTB (downhill), tiga atlet cross country, delapan atlet trek, dan tujuh atlet road race.

"Kurang banget (anggarannya). Untuk perlengkapan Rp 400 juta, dan uji coba hanya mendapat tiga kali untuk semua disiplin," kata Budi kepada detikSport, Senin (25/3/2019).

Budi sendiri rencananya akan mengajukan kembali tambahan anggaran kepada Kemenpora. Tambahan ini diharapkan bisa melengkapi kebutuhan atletnya terutama di sektor uji coba.




Sebab dalam waktu dekat mereka akan mengirim atlet ke Asian Cycling Championship BMX di kuala Lumpur, 10-14 April. Sementara untuk disiplin road, ISSI juga akan mengirim atletnya ke Uzbekistan pada 23-28 April.

"Untuk ke Malaysia kami membutuhkan dana sekitar Rp 100 juta, dan Uzbekistan Rp 300 jutaan," dia mengungkapkan.

Menpora Imam Nahrawi sempat mengungkapkan bahwa kekurangan dana akan menjadi perhatian pemerintah. Di sisi lain dia juga mendorong PB untuk bisa menjaring sponsor.

"Kalau dana pelatnasnya kurang ya nanti ditambahkan, baik dari pemerintah atau dari cabang olahraganya sendiri. Dan cabor pastinya juga sudah bisa memilah mana kepentingan untuk Olimpiade mana untuk SEA Games. Kami pasti selalu support," kata Imam di Kantor Kemenpora, Senayan, terpisah.




"Dan ini juga menjadi kesempatan baik bagi dunia usaha untuk membantu bersama-sama dalam dana pelatnas. Tapi PB saja sudah bisa mencari dana dari pihak swasta jadi kami akan support itu."

"Karena tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Pihak swasta industri harus menjadi bagian dari rencana besar perjuangan olahraga Indonesia di SEA Games," menteri asal Bangkalan itu mengimbau. (mcy/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com