detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 11 Apr 2019 14:26 WIB

Asian Games Sudah, Eko Yuli Penasaran Emas Kejuaraan Asia

Mercy Raya - detikSport
Eko Yuli Irawan penasaran medali emas Kejuaraan Asia Angkat Besi. (Dok. Humas Kemenpora) Eko Yuli Irawan penasaran medali emas Kejuaraan Asia Angkat Besi. (Dok. Humas Kemenpora)
Jakarta - Lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan, ingin melengkapi koleksi medali emas dalam kariernya di angkat besi. Dia penasaran untuk menjadi yang terbaik di Kejuaraan Asia.

Eko membuktikan kualitasnya sebagai lifter kelas dunia sejak junior. Namanya mencuat setelah menjadi juara di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior pada 2017.

Lifter asal Lampung itu tak gagap saat naik kelas ke level senior. Dia bisa langsung klop dengan meraih medali-medali di ajang bergengsi. Di antaranya, medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dan perunggu Olimpiade 2012 London dan Olimpiade 2008 Beijing. Tapi, ada satu gelar yang belum pernah didapatkan dia, yakni juara Asia senior.

Lifter kelahiran Metro pada 24 Juli 1989 itu mempunyai kesempatan untuk melengkapi gelarnya di Kejuaraan Asia Angkat Besi di Ningbo, China, 20-30 April 2019. Ajang tersebut juga bagian perhitungan kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.


"Ya kalau juara siapa yang tidak mau, setidaknya ingin merasakan semua lah. Saya memang belum merasakan medali emas di kejuaraan Asia tingkat senior," kata Eko kepada detikSport, Kamis (11/4/2019).

Eko bilang persiapan menuju Ningbo tidak berbeda saat dia menghadpai kejuaraan lain. Tapi, kali ini, dia harus berlatih keras setelah sempat menderita demam sejak Jumat (29/4/2019). Demam itu memaksa dia harus istirahat total selama empat hari sebelum kemudian Senin (8/4) memulai latihan kembali di Mess Kwini, Jakarta.

"Ya dijalankan saja. Semoga di hari H bisa berjalan lancar. Kalau sekarang karena baru sembuh mungkin tak masalah. Masih ada waktu seminggu," ujar dia.

Di Fuzhou, Eko yang turun pada kelas 61 kilogram putra mendapatkan total angkatan 297 kilogram. Angkatan itu terdiri dari angkatan snatch 136 kilogram dan angkatan clean and jerk 161 kilogram. Masih lebih baik di Asian Games 2018 ketika dia membukukan angkatan total 311 kg dan 317 kg di Kejuaraan Dunia dan mencatatkan rekor dunia baru.

"Berusaha saja besok yang pasti kalau angkatan untuk kualifikasi dulu, syukur-syukur kalau punya kesempatan medali emas kenapa tidak? Setidaknya (angkatannya) lebih dari Fuzhou kemarin," dia menjelaskan.

"Karena yang kemarin di Fuzhou saja belum maksimal angkatannya seperti saat di Asian Games dan Kejuaraan Dunia 2018. Selain itu, persiapan di Fuzhou juga kan sebenarnya pelatnas atau SK belum keluar tapi kami sudah harus tanding lagi. Sekarang (menuju Kejuaraan Asia) ibaratnya ini baru mulai pelatnas jadi setidaknya ini bisa lebih baik dari Fuzhou kemarin," katanya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed