detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 23 Apr 2019 16:01 WIB

Suryo Agung Puji Kejelian Eni Nuraini untuk 'Korbankan' Lari Estafet 4x100 M

Mercy Raya - detikSport
Tim estafet putra saat berlatih di Stadion Madya, Senayan. (Agung Pambudhy/detikSport) Tim estafet putra saat berlatih di Stadion Madya, Senayan. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Mantan sprinter nasional, Suryo Agung Wibowo, memuji kejelian pelatih yang mendampingi Lalu Muhammad Zohri dkk, Eni Nuraini, di Kejuaraan Asia Atletik 2019. Seperti apa?

Secara mengejutkan Timnas lari estafet 4x100 meter putra tak diperkuat Zohri saat tampil di Kejuaraan Asia Atletik 2019 di Doha, akhir pekan lalu. Tim estafet itu diperkuat oleh Muhammad Abina Bisma, Eko Rimbawan, Adi Joko dan Bayu Kertanegara dalam persaingan di Khalifa International Stadium, pada Selasa (22/4/2019).

Sementara itu, Zohri cuma tampil pada satu nomor dalam Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha akhir pekan lalu. Dia hanya tampil di lari lari 100 meter.

Strategi itu membuat tim Indonesia terhenti di babak penyisihan pada lari 4x100 meter dengan catatan waktu 39,96 detik, namun berbuah manis pada lari 100 meter. Zohri berhasil meraih medali perak dan memecahkan rekor nasional sekaligus catatan waktu Suryo di Asia Tenggara dengan catatan waktu 10,15 detik di semifinal dan lebih cepat 0,02 detik pada final.


Suryo mengapresiasi strategi yang diambil pelatih Eni Nuraini. Kejelian itu pula yang perlu diterapkan terus apalagi event-event untuk pengumpulan poin menuju Olimpiade ke depan masih banyak.

"Ini kan kejuaraannya banyak. Terbukti dari strategi Bu Eni simpan dulu Zohri di estafet, dia fokus meloloskan atau mencari poin di nomor individunya dulu. Jadi, kalau nomor perorangan sudah aman maju ke olimpiade, dia bisa fokus dan enak di estafetnya," kata Suryo kepada detikSport, Selasa (23/4/2019).

Di sisi lain, menurut Suryo, strategi menyimpan Zohri juga sekaligus untuk menguji formasi estafet yang diisi atlet-atlet muda.

"Kalau saya lihat, kemarin memang Zohri sengaja disimpan untuk fokus hasil maksimal dan alhamdullilah bisa pecah rekor. Terlepas dari yang estafet hasilnya seperti itu," dia menjelaskan.

"Tapi, kita harus lihat juga siapa sih komposisi estafet 4x100 meter sekarang? Oh ternyata ini ini. Trus siapa sih mereka? Oh mereka baru bergabung baru menggantikan M. Fadlin, baru menggantikan Yaspi Boby, jadi dengan kemarin hasilnya 39,96 detik menurut saya itu sudah bagus," ujar dia.

"Anak-anak juga masih baru, masih hijau, ya mungkin di event ke depan masih ada setahun lagi jadi masih banyak event yang bisa dimaksimalkan dan pelatih bisa atur strategi itu," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com