detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 24 Apr 2019 12:57 WIB

Kejuaraan Asia Angkat Besi

Belum Ada Tambahan Medali Setelah Eko Yuli Genggam Dua Perunggu

Mercy Raya - detikSport
Belum ada tambahan medali selain dari Eko Yuli Irawan di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019.  (Agung Pambudhy/detikSport) Belum ada tambahan medali selain dari Eko Yuli Irawan di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019. (Agung Pambudhy/detikSport)
Ningbo - Indonesia belum menambah medali dari Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019. Sejauh ini, baru Eko Yuli Irawan yang menyumbangkan dua perunggu.

Tujuh lifter Indonesia sudah menyelesaikan tugas di Kejuaraan Asia Angkat Besi di Ningbo, China dalam kejuaraan 20-30 April itu. Eko, yang turun di kelas 61 kg, menyabet dua medali perunggu dari angkatan clean and jerk 166 kg dan total angkatannya 299 kg. Sementara, angkatan snatchnya 133 kg mengisi posisi kelima.

Kendati meraih medali perunggu, angkatan total Eko meningkat 2 kg. Saat tampil di IWF Cup Fuzhou, Februari 2019, dia mencatatkan angkatan 297 kg.

Sementara itu, enam lifter lain belum bisa bicara banyak. Deni, yang tampil di kelas 67 kg putra, mencatatkan total angkatan 305 kg (135 kg snatch dan 170 kg clean and jerk). Dia finis dii urutan keenam. Kendati tak meraih medali, total angkatannya meningkat 2 kg.


Sementara dua lifter muda, Mohammad Yasin (kelas 67 kg) dan Rahmad Erwin Abdullah (73 kg), masing-masing berada di peringkat ke-14 dan kesembilan. Total angkatanya, 284 kg dan 312 kg.

Di sektor putra, hanya Triyatno di kelas 73 kg yang angkatan totalnya menurun 2 kg, dari 320 kg menjadi 318 kg.

"Targetnya bukan medali, tapi pengumpulan Roby Points (metode resmi dari IWF untuk menghitung poin lifter di setiap kejuaraan senior ataupun junior) untuk yang dihitung secara akumulasi. Angkatan masih belum naik, tapi tim pelapis angkatannya naik. Jadi, masih harus berjuang keras," kata manajer angkat besi Sonny Kasiran kepada detikSport, Rabu (24/4/2019).

Lifter Putri Pecahkan Tiga Rekor Dunia Remaja


Sementara di kategori putri, Windy Cantika Aisah, yang digadang-gadang bakal menggantikan seniornya, Sri Wahyuni Agustiani, di kelas 49 kg, tampil menjanjikan. Kendati menyudahi laga dengan urutan ketujuh mampu memecahkan tiga rekor dunia remaja, sekaligus mempertajam angkatannya.

Lifter berusia 16 tahun itu berhasil mengangkat angkatan snatch 80 kg dari sebelumnya di angkatan pertama 76 kg dan 77 kg di angkatan keduanya. Di angkatan clean and jerk, dia berhasil mengangkat angkatan 96 kg menjadi 97 kg. Angkatan totalnya menembus angka 177 kg dari sebelumnya 172 kg.

"Untuk Windy progresnya naik. Makanya, kami berharap walaupun dia sudah tertinggal di tiga seri kualifikasi saya berharap dia bisa mengejar point seri kualifikasi Olimpiade," dia menjelaskan.

"Kalau datangnya dari Tuhan maka tiada yang mustahil. Makanya, di AWF Executive Board Meeting saya berusaha mengusulkan penambahan kejuaraan seri kualifikasi di Asia walaupun levelnya silver," ujar dia.

Indonesia menyisakan satu lifter untuk tampil. Nurul Akmal akan turun di kelas +87 kg pada 28 April, namun merujuk hasil dari kejuaraan sebelumnya, medali akan sulit diraih.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com