detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 25 Apr 2019 20:53 WIB

KONI Gelar Rapat Anggota Tahunan, Ini Hasilnya

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Rapat Tahunan KONI digelar di Holten Sultan 24 April (dok.KONI)
Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) baru saja menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Berikut hasil pembahasan dalam rapat tersebut.

Organisasi pimpinan Tono Suratman tersebut sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2019 di Holten Sultan, Senayan, Jakarta, Rabu (25/4/2019) kemarin

Dari sisi peserta, acara tersebut dihadiri 99 persen anggota KONI, baik dari perwakilan provinsi maupun pengurus besar/pusat cabang olahraga. Uniknya, mereka datang ke acara tersebut secara swadaya, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap perkembangan olahraga di Tanah Air.

RAT KONI 2019 juga menghasilkan keputusan dan rekomendasi progresif mengenai kondisi terkini. Acara tersebut dimulai pukul 13.00 WIB dan panitia hanya menyediakan ruang sidang serta konsumsi.




"Mereka datang dengan biaya sendiri. Ini menunjukan komitmen Pengurus KONI, Provinsi, PB/PP dan Organisasi Fungsional," kata Tono dalam rilis kepada detikSport.

"Peserta mampu menyelesaikan satu persatu agenda strategis tanpa hambatan sehingga rapat pleno dan komisi berjalan produktif dan ditutup pukul 22.00 WIB," sambungnya.


KONI Gelar Rapat Anggota Tahunan, Ini HasilnyaFoto: dok.KONI



Rekomendasi utama bidang organisasi, antara lain dukungan Pemerintah agar merealisasikan KONI sebagai Satuan Kerja sebagaimana disampaikan selama ini. Untuk peran KONI dalam pengawasan dan pendampingan, RAT merekomendasi penyempurnaan Peraturan Presiden No 95 Tahun 2017.

Tujuannya agar tugas pengawasan dan pendampingan yang telah dijalankan KONI dalam membantu Pemerintah saat Asian Games XVIII Tahun 2018 lebih maksimal. Caranya dengan mengembalikan peran dan fungsi KONI yang diamanatkan UU SKN Nomor 3 Tahun 2005.

KONI punya fungsi membina, mengkoordinasi, dan mengendalikan induk cabang olahraga dalam membina olahraga prestasi. Termasuk pemusatan latihan nasional untuk multievent internasional. "KONI serahkan pengelolaan anggaran kepada Pemerintah dan tak mempersoalkan bila dikelola PB/PP," paparnya.




Agenda lain adalah pemilihan Ketua Badan Arbitrasi Olahraga Indonesia (BAORI) yang telah disiapkan Tim Penjaringan dan Penyaringan KONI Pusat. Setelah melalui proses, ada tiga kandidat yakni Profesor Eddy T. Hendratno, Doktor Ahmad Mulyadi, dan Doktor Adi Sujatno. SH. MH.

Pada akhirnya terpilihlah Eddy T.Hendratno sebagai ketua. Dia adalah akademisi di bidang hukum, serta mantan rektor perguruan tinggi terkemuka nasional dan anggota Dewan Arbiter nasional.

"Semoga ke depan, BAORI bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya," harap Tono.

Papua Siap Gelar PON 2020

Perkembangan kesiapan dan persiapan PON XX Tahun 2020 Papua turut disampaikan dalam RAT, Rabu (24/4). Ketua Harian PB PON Yunus Wonda yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Papua, optimistis pesta olahraga terbesar nasional tersebut bisa sukses diselenggarakan.

Papua terus melakukan percepatan pembangunan venue dan persiapan di bidang lainnya. Jumlah cabang yang dipertandingkan sudah ditetapkan, ada 47. Tapi, RAT merekomendasikan Arung Jeram, Bowling, Korfball, dan Squash kepada PB PON. "KONI akan mempertimbangkan kemampuan Papua," papar Tono.




Anggota Baru dan Kepengurusan Baru

Pada bidang lain juga ditetapkan empat cabang olahraga baru sebagai anggota KONI. Mereka adalah Sambo, Kurash, Kickboxing dan dan Hapkido. Sebenarnya, masih ada tiga usulan namun belum bisa diterima karena dianggap belum memenuhi persyaratan yaitu Orientering, Selancar Ombak, dan E- Sport.

Terakhir, keputusan penting dan strategis lain yang dibahas dalam RAT adalah pengesahan Pedoman Tim Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023. Sebab periode kepemimpinan Tono yang dimulai 2014 akan habis akhir tahun ini.



(mrp/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com