detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 04 Mei 2019 11:55 WIB

PASI Cari Formasi Terbaik untuk Zohri dkk ke Kejuaraan Dunia Estafet

Mercy Raya - detikSport
Lalu Muhammad Zohri dan Eni Nuraini (Agung Pambudhy/detikSport) Lalu Muhammad Zohri dan Eni Nuraini (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Tim nasional lari estafet 4 x 100 meter putra menggeber persiapan menuju Kejuaraan Dunia Estafet di Yokohama, Jepang. Lalu Muhammad Zohri menjadi pilar.

Kejuaraan dunia estafet bertajuk IAAF Relay World 2019 iti digelar 11-12 Mei di Yokohama International, Jepang. Indonesia mengirimkan tim terbaiknya, termasuk Zohri.

Pemilik medali perak Kejuaraan Asia Atletik 2019 dari nomor lari 100 meter putra itu bisa berfokus dalam estafet putra. Kali ini, konsentrasinya tak terpecah dengan nomor spesialisnya itu. PASI juga menyiapkan lima sprinter terbaik untuk mendapatkan tempat di tim utama. Yakni, Mochammad Bisma Diwa Abina, Joko Kuncoro Adi, Bayu Kertanegara, Eko Rimbawan, dan Adi Ramli Sidiq.

Persiapan telah dimulai sejak Selasa, 30 April lalu. Nah, Sabtu (4/5) pagi ini, pelatih Eni Nuraini mematangkan komposisi tim estafet.

Pelari pertama Bisma, disusul Zohri, Eko, kemudian Bayu. Hasilnya, kata pelatih tim estafet Eni Nuraini, cukup banyak perbaikan. Meski mereka mencatatkan waktu latihan 39,7 detik.


"Karena kemarin kami tak pakai Zohri, pelari pertama juga kami pakai pelari baru, ya ingin melihat lagi bagaimana sambung menyambungnya, sudah bagus apa belum. Tadi sih sudah lumayan tapi memang harus sering latihan karena hari ini bisa betul, besok bisa saja kesalahannya diulang lagi. Untuk Asian Games saja latihan bisa sampai dua tahun," kata Eni saat ditemui usai latihan di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Senayan.

"Waktunya juga sudah lebih baik tapi pertukaran tongkat masih kadang-kadang (kurang) seharusnya di zona pertukaran tongkat maksimal. Artinya (pelari) yang datang maksimal, yang pelari berikutnya juga maksimal. Tapi ini kadang ada yang ngerem yang satu maksimal," dia menjelaskan.

Eni mengatakan formasi ini belum final. Bahkan sampai di Jepang perubahan komposisi masih besar terjadi. Untuk itu, masing-masing atlet dituntut siap untuk menjadi pelari mana pun.

"Pokoknya selama di sini, selama di sana (Yokohama), siapa yang paling siap lari itu yang turun. Ya, tidak mengharapkan sih, tapi jika tiba-tiba ada yang demam atau bagaimana? Tapi, ini opsi pertama," ujar dia.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed