detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 16 Mei 2019 01:37 WIB

Gaji Pegawainya Tertunggak, Ketum KONI Angkat Bicara

Mercy Raya - detikSport
Ketua KONI Tono Suratman menjelaskan situasi terkait tertunggaknya gaji pegawainya. (Foto: Ari Saputra) Ketua KONI Tono Suratman menjelaskan situasi terkait tertunggaknya gaji pegawainya. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman akhirnya angkat bicara terkait seratusan pegawainya yang belum digaji selama lima bulan. Apa katanya?

Tercatat ada 104 pegawai yang belum dibayarkan KONI Pusat. Dari jumlah itu, 40 pegawai di antaranya telah mengadukan keluhannya kepada Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto pada Senin (13/5).

Dalam prosesnya, Gatot menyebutkan Kemenpora tak ada kewajiban untuk membayarkan tunggakan-tunggakan tersebut. Terlebih, KONI Pusat secara struktur organisasi bukanlah di bawah Kemenpora alias Not Governmental Organization (NGO).

Namun, Gatot mengatakan akan tetap membantu meski sifatnya bantuan yang pokok-pokok saja. Di sisi lain, dia juga meminta pertanggung jawaban Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman sebagai pucuk pimpinan organisasi induk cabang-cabang olahraga tersebut.

Menanggapi hal itu, Tono memberikan klarifikasinya. Dia bilang sejauh ini pihaknya telah memberikan proposal anggaran 2019 pada awal tahun lalu.

"Setahu saya KONI sudah membuat surat usulan program dan anggaran 2019 pada Januari dan Februari kepada Kemenpora. Di dalamnya ada usulan gaji karyawan, BPJS, namanya biaya adm KONI. Namun sampai sekarang belum ada keputusan dari Kemenpora," kata Tono dalam pesan singkatnya kepada detikSport, Rabu (15/5/2019).

"Rencananya, pekan ini kami usulkan kembali agar ada kepastian," sambung dia kemudian.

Tono juga sekaligus menjelas sumber anggaran KONI selain dari Kemenpora. "KONI tidak ada sumber lain, kecuali Pocari Sweat dalam bentuk minuman. Sponsor lebih tertarik kerjasama dengan cabor yang bisa ditonton banyak orang seperti sepak bola, bola basket, dan bola voli," ungkap dia.

Sementara itu, Sesmenpora Gatot S. Dewa Baroto terpisah mengamini adanya usulan proposal tersebut. "Ada usulan tersebut tapi dalam bentuk program besar. Kami memang belum menyetujui usulan tersebut karena kasus dana hibah (Operasi Tangkap Tangan KPK), juga karena laporan pertanggungjawaban KONI Pusat 2018 masih bermasalah," kata dia. (mcy/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com