detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 16 Jul 2019 11:12 WIB

6 Fakta Balapan Formula E yang Akan Digelar di Jakarta Tahun 2020

Virgina Maulita Putri - detikSport
6 Fakta Formula E yang Akan Digelar di Jakarta Tahun 2020 Foto: Mike Stobe/Getty Images for Kaspersky 6 Fakta Formula E yang Akan Digelar di Jakarta Tahun 2020 Foto: Mike Stobe/Getty Images for Kaspersky
Jakarta - Jakarta akan menjadi tuan rumah kejuaraan balap mobil listrik dunia, Formula E, pada tahun 2020 mendatang. Hal ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kabar ini disampaikan setelah Anies menyempatkan datang ke New York, Amerika Serikat untuk negosiasi dengan lembaga pengelola Formula E. Anies mengungkapkan bahwa tim dari Formula E sudah melakukan telaah lapangan pada 8-9 Juli lalu, hingga disepakati bahwa Jakarta layak menggelar balapan.

"Alhamdulillah, berhasil! Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020," ungkap Anies via Instagram.



Lantas, apa itu Formula E? Apakah ada hubungannya dengan kejuaraan balap mobil Formula 1 yang lebih dikenal publik? Untuk tahu lebih lanjut, simak enam fakta berikut seperti dirangkum detikSport dari berbagai sumber.

1. Menggunakan Mobil Listrik

Walau Formula E merupakan kompetisi balap mobil single-seater seperti Formula 1, ada satu hal utama yang membedakan keduanya. Formula E menggunakan mesin yang bertenaga listrik sehingga lebih ramah lingkungan.

Tapi, walau menggunakan mesin listrik, kecepatannya tidak kalah ngebut. Mobil Formula E generasi terbaru bisa melaju hingga 280 km/jam.

2. Format Balapan

Semua event balapan dimulai dengan dua sesi latihan dengan durasi 45 menit dan 30 menit. Awalnya pebalap bisa menggunakan dua mobil, tapi setelah dikenalkannya mobil Gen2 di musim 2018/2019, mereka hanya perlu menggunakan satu mobil.

Sesi kualifikasi kemudian diadakan di hari yang sama dan berlangsung selama satu jam. Saat kualifikasi, pebalap dibagi dalam empat kelompok yang berisi lima sampai enam pebalap. Mereka diberi waktu enam menit untuk mencatat waktu terbaiknya. Sejak musim kedua, enam pebalap tercepat akan lanjut ke sesi kualifikasi berikutnya untuk menentukan posisi enam teratas.

Balapannya sendiri berlangsung selama 45 menit plus satu lap. Poin yang diberikan kepada pebalap mengikuti aturan standar dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA).

3. Usianya Baru Seumur Jagung

Formula E pertama kali mengaspal pada September 2014 di Beijing, China. Saat ini Formula E sedang menjalankan musim kelimanya.



4. Balapan di Sirkuit Jalan Raya

Sebagian besar balapan Formula E diadakan di sirkuit jalan raya. Tapi, ada beberapa balapan yang tidak dilakukan di jalan raya, seperti gelaran Mexico City ePrix yang dilakukan di sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez. Tiap sirkuit Formula E biasanya memiliki panjang sekitar 2-3 km.

Balapan yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2020 mendatang juga akan diadakan di jalan raya. Tapi, saat ini belum diketahui jalanan mana di Jakarta yang akan menjadi sirkuit Formula E.

5. Diikuti 11 Tim

Saat ini Formula E diikuti oleh 11 tim dengan dua pebalap di masing-masing tim. Beberapa produsen mobil top juga berpartisipasi dalam kejuaraan ini seperti Audi, Jaguar, Nissan, dan BMW.

6. Diikuti Mantan Pebalap F1

Sejumlah mantan pebalap Formula 1 pernah mengikuti Formula E. Sebut saja Felipe Massa, Pascal Wehrlein, Stoffel Vandoorne, Sebastian Buemi, atau Jean-Eric Vergne.

Selain itu, Rio Haryanto juga pernah menjajal mobil Formula E pada tahun 2017 berkat ajakan CEO Formula E, Alejandro Agag. Saat itu Rio menjajal mobil Spark SRT 01E di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. (vmp/vmp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com