detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 21 Agu 2019 20:02 WIB

Tugas Zohri Jelang Kejuaraan Dunia Atletik: Fokus Kurangi Tengok Kanan Kiri

Mercy Raya - detikSport
Lalu Muhammad Zohri tengah digodok untuk lebih fokus menuju Kejuaraan Dunia Atletik 2019. (Agung Pambudhy/detikSport) Lalu Muhammad Zohri tengah digodok untuk lebih fokus menuju Kejuaraan Dunia Atletik 2019. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Lalu Muhammad Zohri dipersiapkan menuju Kejuaraan Dunia Atletik 2019. Pelatih meminta agar Zohri lebih fokus untuk menghilangkan kebiasaan buruk.

Zohri menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang dikirim ke Kejuaraan Dunia Atletik di Doha, Qatar, 27 September sampai 6 Oktober. Sprinter dari Lombok Utara itu lolos setelah catatan waktunya menembus limit 10,03 detik di Osaka, Jepang. Hasil itu juga yang mengantarkan mengamankan limit Olimpiade 2020 Tokyo dengan angka 10,05 detik.

Pelatih lari jarak pendek pelatnas atletik, Eni Nuraini, mengatakan Zohri tengah digodok menuju Kejuaraan Dunia. Saat ini, Eni berfokus untuk mereduksi kekurangan Zohri berdasarkan evaluasi dari turnamen dan latihan. Salah satunya, sering kurang fokus saat mentas di lintasan.

"Kalau melihat hasil kemarin (Kejuaraan Nasional Atletik 2019) fokus Zohri masih kurang. Dia itu masih sering menengok ke kiri dan kanan," kata Eni kepada detikSport, Rabu (21/8/2019).


Menurut Eni, kebiasaan Zohri yang tengok kiri-kanan saat lomba itu timbul karena dia penasaran dengan posisi lawan-lawannya.

"Saya pernah tanya kepada Zohri dan dia bilang, 'Saya dengar sebelah saya orang lari bunyi (sepatu) pletak pletok, saya cuma ingin tahu, mereka di mana'. Sebenarnya tidak apa-apa mendengar tapi tetap harus melihat ke depan," Eni menjelaskan.

"Jadi memang sepertinya Zohri merasa harus ada yang berada di depan dia. Supaya dia (Zohri) tahu harus mengejar atau bagaimana," dia menambahkan.

Meski demikian, Eni mengatakan waktu yang tersisa ini dia optimistis Zohri bisa menghilangkan kebiasaan buruknya tersebut.

"Antisipasinya memang belajar fokus. Jadi saya bilang, 'jika kamu tengok kiri-kanan push up di ujung sana. Begitu juga sebelum finis ngerem dapat punishment (hukuman) juga," kata Eni kemudian tertawa.

"Ini memang harus dibiasakan karena itu kebiasaan (buruk). Dari awal dia masuk pun dan saya lihat lomba di PPLP memang (kebiasaa Zohri) seperti itu," ujar dia.

Eni juga menilai kebiasaan tengok kiri-kanan sulit hilang lantaran Zohri belum memiliki pesaing yang sepadan di pemusatan latihan nasional. Sedangkan, rekan-rekannya di nomor estafet putra, Eko Rimbawan dkk, catatan waktunya masih lumayan jauh.

"Iya sih, memang di sini belum ada, dia yang paling depan. Selain itu, daya tahan kecepatan juga harus ditingkatkan, akselerasi diperpanjang," kata pelatih yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik se-Asia 2019 itu.



Simak Video "Cerita Haru Zohri, Juara Dunia Lari yang Latihan Tak Beralas Kaki"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com