detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 22 Okt 2019 17:30 WIB

BNI Indonesian Masters 2019 Tanpa Justin Rose, Hadirkan Lebih Banyak Bintang Asia

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Turnamen golf BNI Indonesian Masters 2019 dilangsungkan di bulan Desember. Tanpa Justin Rose, ajang itu diyakini menghadirkan lebih banyak pegolf ternama dari Asia.

BNI Indonesian Masters hadir untuk kali ke-9 di Indonesia. Ajang itu digelar di Royale Jakarta Golf Club, 12-15 Desember 2019.

Dalam turnamen berhadiah total USD 750 ribu ini, panitia penyelenggara melaksanakan ajang golf bergengsi dengan lebih berani. Selain tetap menjadi bagian dari seri Panasonic Swing, turnamen tahun ini tak akan memunculkan pegolf ternama Justin Rose. Pegolf yang pernah menempati nomor satu dunia itu kini berada di peringkat tujuh Official World Golf Ranking (OWGR).


"Tahun ini akan sedikit berbeda kami mau fokus ke pemain-pemain Asia. Dibanding tahun lalu pemain Asia Selatan tak banyak yang masuk top 100. Sekarang banyak, ada dari Thailand yang baru juara Indonesian Masters kemarin Poom Saksansin, pegolf Jepang, Korea, dan India. Jadi (Justin Rose) tak ada. Strategi kami berubah," kata founder Indonesian Masters Jimmy Masrin kepada pewarta di Hotel JS. Luwansa, Selasa (22/10/2019).

Jimmy menilai daripada membawa satu pemain kelas atas dan mengurangi pemain Asia lainnya, lebih baik menawarkan lebih banyak pemain-pemain Asia sebagai pengembangan ke depan. Toh, kata dia, Indonesian Masters dari segi turnamen sudah memiliki nama dan daya tarik tersendiri.

"Saya rasa tidak (akan mengurangi daya tarik). Kita lihat saja nanti. Tadi kan Bapak Anggoro Eko Cahyo (sponsor utama) bilang salah satu kepentingan pride of the nation. Selama 4 tahun ini turnamen kita meningkat terus. Jadi saya berpendapat ini bukan dari segi pemainnya tapi dari turnamennya sudah ada satu pegangan ya. Jadi tak tergantung satu dua pemain lagi," dia menjelaskan.

Selain itu, kata Jimmy, ketidakhadiran Justin tak akan mempengaruhi komposisi pegolf yang hadir. Sebab, dia hanya mengambil satu slot.

"Sisanya adalah pemain-pemain Asian Tour. Kami itu paling banyak jumlah keseluruhannya 156 slot. Tahun lalu 144 pegolf itu full tapi kami lebihkan menjadi 150. Cuma ini kan digelar Desember dan takut hujan lagi jadi kami batasi 150 pemain saja. Ada dari pegolf top 100 bahkan 50 juga ada. Jumlah itu sudah dengan pemain amatir kita sekitar 4 sampai 5 pemain sudah confirm," dia mengungkapkan.

Selain kian terbuka kesempatan pegolf Asia untuk ambil bagian, turnamen ini juga diprediksi bakal sengit. Sebab, pemenang ajang bergengsi Asian Tour ini juga akan melaju ke World Golf Championship tahun depan.

Pemenang turnamen unggulan Asian Tour ini juga akan diganjar sedikitnya 20 poin OWGR sehingga memastikan akan banyak pemain mendapatkan keuntungan dari penguraian poin dalam turnamen kedua terakhir musim ini.

Termasuk pegolf Indonesia, Rory Hie, yang baru saja menjadi juara Asian Tour untuk kali pertama di India, pada September lalu.

"Ini event yang sangat penting buat para pegolf termasuk atlet Indonesia karena mempengaruhi peringkat pemain. Selain itu, kami juga menawarkan hadiah besar jadi akan sangat seru dalam kompetisi nanti. Tahun lalu, kami mendapat pemenang baru dari Thailand dan dari Indonesia untuk kali pertama juara di India bulan lalu. Saya yakin kompetisi nanti bakal bersaing dan kompetitif," ujar Komisaris dan CEO Asian Tour, Cho Minn Thant, terpisah.



Simak Video "Dua Gajah Melenggang Santai di Lapangan Golf"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com