detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 02 Des 2019 22:51 WIB

Usai Kantongi Perak, Rifda Alihkan Fokus di Nomor Alat Perorangan

Mercy Raya - detikSport
Rifda Irfanaluthfi langsung fokus ke nomor perseorangan usai meraih perak di All Around (Grandyos Zafna) Rifda Irfanaluthfi langsung fokus ke nomor perseorangan usai meraih perak di All Around (Grandyos Zafna)
Manila - Usai meraih medali perak di SEA Games 2019, pesenam Rifda Irfanaluthfi berambisi merebut emas di nomor perorangan alat. Kali ini ia fokus di meja lompat.

Rifda mengikuti dua nomor perorangan per alat dan all around senam artistik. Pada nomor all around, ia meraih skor total 12.100 dan menempati peringkat kedua yang berlangsung di Rizal Memoriam Colliseum, Manila, Senin (2/12/2019).

Kini setelah meraih perak di nomor all around, Rifda berharap bisa meraih medali emas di nomor alat. Dia sendiri memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh alat, yakni balok keseimbangan, lantai, plang bertingkat, dan meja lompat. Di SEA Games 2017, Rifda merebut emas di nomor alat perorangan balok keseimbangan.

"Besok di individual alat semoga bisa memberikan yang lebih baik lagi. Saya sendiri belum tahu akan fokus di mana," kata Rifda

Sementara itu, pelatih sena nasional, Eva Butar-Butar, mengatakan Rifda ditargetkan di nomor meja lompat.






"Besok kami akan fight terutama untuk nomor meja lompatnya. Kami melihat peluangnya di sana, kalau di balok keseimbangan siapa yang tampil rapi pasti menang. Karena tingkat kesulitan yang dimiliki Rifda tak rendah cuma tinggal siapa yang bisa bertahan di atas balok (keseimbangan) dengan rapi itu punya kans," dia menjelaskan.

Meski begitu, Eva tak menampik jika penilaian juri pasti subjektif karena cabang yang diperlombakan bukan cabang terukur. Untuk itu, ia akan menyiapkan Rifda sebaik mungkin.

"Namanya tidak terukur pasti subjektif. Tapi namanya peluang itu adanya di tingkat kesulitan. Katakan lah, rata-rata di pengurangan dia berapa, jika berbicara pasti tingkat kesulitan dia harus dinaikkan jauh," Eva menjelaskan.

Meja lompat misalnya. Untuk bisa dapat nilai lebih maka ketika si atlet ini melompat maka putaran lompatannya harus lebih banyak. "Ibaratnya jika dua kali putaran, Rifda harus bisa tiga kali. Lalu tingkat kerapian," ujarnya.

"Untuk balok keseimbangan juga sebenarnya dia tetap punya peluang. Tetapi dia belum mendapat feel-nya. Bagusnya Rifda dia bisa di semua alat," dia menambahkan.




Simak Video "Cerita Ibu Atlet Senam yang Dipulangkan Karena Isu Tak Perawan"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com