detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 16 Des 2019 02:41 WIB

Liga Equestrian Dimulai, Menpora dan Gubernur DKI Resmikan Sekolah Berkuda

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Liga Champions Equestrian resmi dimulai akhir pekan kemarin (dok.Equinara)
Jakarta - Equestrian Champions League (ECL) 2020 atau Liga Equestrian resmi dimulai akhir pekan ini. Bersamaan dengan itu, ada juga peresmian sekolah berkuda.

Equestrian jadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018 dengan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) sebagai venue. Nah, setahun setelah Asian Games, olahraga Equestrian makin mengundang banyak peminat.

Maka dari itu demi memperkenalkan olahraga itu diadakanlah Equestrian Champions League 2020. Rencananya Liga Equestrian ini akan digelar selama tujuh seri, dengan seri pertama dihelat 13-15 Desember.

Venue pembukanya ada di Jakarta Internasional Equestrian Park Pulomas yang sempat dijadikan salah satu venue di Asian Games lalu untuk Equestrian. Sementara venue kedua adalah Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Center, Tangerang merupakan venue modern pentatlon.

Kompetisi ECL juga bertujuan mempromosikan atlet dan kuda equestrian Indonesia pada dunia. Ada beberapa kategori seperti Show Jumping (ketangkasan pengendalian berkuda melompati rintangan), Dressage (perpaduan estetika dan pengendalian kuda yang baik) dan Eventing (rangkaian dressage, show jumping dan cross country course).




"Jadi ECL ini liga pertama equastrian yang punya tujuan peningkatan olahraga cabang ini, karena olahraga ini butuh latihan rajin untuk bisa berprestasi. Apalagi sebelumnya tak ada kompetisi berkesinamabungan dan adanya ECL naikan kompetitif dan pastinya prestasi," ujar CEO Equinara, Adinda Yuanita, kepada awak media, Sabtu (14/12/2019).

"Walaupun cabang ini sendiri sudah bagus di Asia Tenggara, kita harus meningkatkan ke level Asia. Asian games kita sudah meningkat, paling tidak kita masuk final dan finis ketujuh. Sekarang dibuuat road map ada try in out dengan ECL punya database areal time. Jadi prestasi mereka bisa terpantau melalui database," sambungnya.

Maka dari itu, untuk memajukan olahraga ketangkasan berkuda ini, maka dibukalah Equinara Academy Pulomas. Sekolah berkuda ini dibekali fasilitas yang sangat lengkap. Karena berdampingan dengan Equinara Breeding Centre, klinik yang khusus untuk merawat kuda juga dimiliki Equianara Academy Pulomas.

Pembukaan akademi itu bersamaan dengan dihelatnya seri pertama ECL 2020. Hadir dalam acara itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, serta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang meresmikannya.


Liga Equestrian Dimulai, Menpora dan Gubernur DKI Resmikan Sekolah BerkudaFoto: dok.Equinara


"Atlet berkuda itu bukan hanya yang mengendarai kuda, tapi juga kudanya. Seorang atlet hebat tidak akan berprestasi jika tak ditunjang oleh kuda yang mumpuni, Jadi adanya akademi seperti ini sangat bagus," ujar Zainudin.

"Fokus kami memang sangat jelas, yakni bagaimana eks venue Asian Games 2018 menjadi sebuah fasilitas berkelas dunia dan reputasinya pun mendunia. Equinara telah mampu mewujudkan ini," timpal Anies.




Rangkaian tujuh seri ECL 2020

• 13 - 15 Desember 2019 di JIEPP, pembukaan
• 7 - 9 Februari 2020 di JIEPP, Seri A
• 6 - 8 Maret 2020 di APM, Seri B
• 17 - 19 April 2020 di APM, Seri C
• 24 - 26 Juli 2020, di JIEPP, Seri D
• 21 - 23 Agustus 2020 di APM, Semi Final
• 25 - 27 September 2020 di JIEPP, Final




Simak Video "Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com