detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 18 Des 2019 18:55 WIB

Angkat Besi Butuh Dana Rp 13 M untuk ke Olimpiade

Mercy Raya - detikSport
Windy Cantika Aisah diharapkan lolos bersama Eko Yuli Irawan. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pengurus Besar (PB) Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) membutuhkan dana Rp 13 miliar untuk menggelar pelatnas sepanjang 2020. Bermodal target yang bisa dilampaui di SEA Games 2019 Filipina, mereka berharap proposal disetujui.

Angkat besi berhasil memboyong empat medali emas, satu perak, dan lima perunggu dari SEA Games 2019 Filipina. Empat emas dipersembahkan oleh Eko Yuli Irawan (61 kg), Windy Cantika Aisah (49 kg), Deni (69 kg), dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg).

Sementara itu, perak dari Lisa Setiawan. Adapun, lima perunggu diraih lifter muda Putri Andriani, Juliana Klarisa, Tsabitha Ramadani, Bernadicta Study, dan Surahmat.

PABBSI pun bertekad untuk melanjutkan hasil di Olimpiade 2020 di Tokyo. Makanya, sesegera mungkin PABBSI mengajukan dana pelatnas 2020 sebesar Rp 13 miliar. Nominal tersebut untuk menggodok 13 lifter.


"Jadi, semua sudah sesuai rencana awal 2019 yakni target juara umum di SEA Games dengan tiga emas. Tapi kami mendapat empat emas. Nah, sekarang kami sudah berhasil dan melangkah ke 2020 untuk Olimpiade," kata Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono, kepada detikSport, Rabu (17/12/2019).

Kualifikasi Olimpiade Tak Lagi Sama

PABBSI dituntut lebih ngotot untuk meloloskan lifter ke Olimpiade 2020. Sebab, mulai Olimpiade 2020 hanya ada satu tiket untuk satu negara per kelas. Lifter yang lolos adalah mereka yang berada di delapan besar pada akhir periode pengumpulan poin oleh International Weightlifting Federation (IWF). Sejauh ini, baru satu lifter Indonesia yang bisa menembus delapan besar, yakni Eko Yuli Irawan di kelas 61 kg.

Peluang untuk menambah wakil cukup terbuka. Windy menjadi harapannya.

"Sementara itu, untuk kategori putri, Windy Aisah Cantika (49 kg) sudah di ambang pintu dia masih satu langkah lagi, yang lainnya masih harus berjuang. Makanya, seperti Triyatno dan Nurul Akmal akan dikirim ke Qatar untuk menngikuti kejuaraan di sana dan meraih poin," Djoko menjelaskan.

"Nah, karena perebutan kuotanya tak semudah olimpiade sebelumnya saya sudah ingatkan kepada para pejabat pemerintah untuk segera mungkin mencairkan anggaran pelatnas tahun depan. Antara Januari atau Februari karena kalau tidak ini akan menghambat dan terlambat sementara eventnya tahun depan lebih besar," ujar purnawirawan perwira tinggi Korps Marinir TNI Angkatan Laut ini.

"Kami sudah mengajukan Rp 13 miliar semoga bisa lekas cair. Jumlah itu tidak semuanya untuk olimpiade 2020 tapi untuk kader-kader yang kami siapkan menuju Olimpiade 2024. Sebab, jika hanya berpikir tahun depan saja maka kami bisa terlambat lagi. Ini kan bibit-bibitnya sudah ada yang kemarin meraih medali di SEA Games 2019," dia menambahkan.

"Ya, mudah-mudahan berjalan karena ini bukan masalah tinggi rendahnya angka yang dicairkan, tetapi segera dicairkan karena waktunya sangat singkat," pria berusia 77 tahun itu berharap.



Simak Video "Timnas Angkat Besi SEA Games 2019 Siap Raih Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com