SEA Games 2005
Pakai Pemain Asing, Filipina Dikecam
Senin, 28 Nov 2005 23:03 WIB
Jakarta - Menjadi juara dengan menghalalkan berbagai cara ternyata masih berlaku di ajang SEA Games 2005. Terbukti tuan rumah Filipina menggunakan pemain asing di menit-menit terakhir pertandingan. Dengan ambisi harus menjadi juara, tuan rumah Filipina tampaknya tak tanggung-tanggung menggunakan berbagai cara. Salah satunya memakai atlet asing untuk menjadi wakil mereka . Adalah dua atlet asing di cabang tenis yang diturunkan sebagai wakil Filipina. Cukup mengejutkan karena keabsahan dua atlet asing itu dinaturalisasi oleh tuan rumah Filipina. Bisa ditebak langkah ini mendapat kecaman dari negara peserta lainnya, termasuk Indonesia. "Padahal mereka katanya baru bergabung menjadi pemain Filipina seminggu sebelum SEA Games dilaksanakan. Dengan alasan mereka memiliki paspor Fiilpina, pihak panitia pun memasukan mereka sebagai kontingen Filipina di cabang tenis. Ini tidak benar," ujar Wakil Ketua KONI Djoko Pramono yang juga sebagai pimpinan kontingen Indonesia. Untuk itu Indonesia akan mengajukan protes kepada panitia SEA Games (Philsoc) mengenai 'kecurangan' Filipina tersebut.Dalam situs resmi tenis profesional ATP disebutkan Eric yang lahir di New Jersey, 18 Maret 1975 tersebut masih berkewarganegaraan AS. Ia menempati rangking 225 ATP. Sedangkan Cecil, lahir di Los Angeles 12 Juni 1976 dengan ranking 211 ATP. Namun wasit yang meminpin pertandingan menolak protes tersebut dengan mengatakan bahwa keduanya memiliki paspor Filipina. Artinya kedua pemain ini boleh dan sah memperkuat Filipina. "Akhir bulan lalu mereka bermain di turnamen Satelite menghadapi Hongkong, tapi bulan ini sudah jadi warga Negara Filipina," kata Manajer tenis SEA Games Kresno Merdiko kesal. Selain Indonesia yang merasa keberatan, pihak Thailand juga mengajukan protes. Thailand sebagai juara bertahan sekaligus unggulan pertama, yang dikalahkan Filipina di semifinal, Minggu (27/11/2005)lalu juga merasa 'diperdayai' Filipina. Bahkan harian Thailand The Nation menyebut Cecil dan Eric dibayar US$ 5 ribu untuk bisa bermain bagi tim Filipina di SEA Games.Menanggapai isu itu, Presiden Asosiasi Tenis Filipina Manuel Misa mengeluarkan bantahannya berita tersebut. Mereka mengatakan Cecil dan Eric hanya menerima jatah atlet sama seperti lainnya sejumlah US$ 30."Jika benar itu merupakan penghinaan bagi mereka, karena mereka adalah pemain peringkat ATP. Mereka bergabung karena ingin membela negara," bantah Misa. (erk/)











































