Atletik & Anggar Tambah Medali Emas

SEA Games 2005

Atletik & Anggar Tambah Medali Emas

- Sport
Rabu, 30 Nov 2005 22:17 WIB
Atletik & Anggar Tambah Medali Emas
Jakarta - Tambahan dua medali emas untuk Indonesia datang dari dua cabang, atletik dan anggar. Khusus anggar menjadi kejutan karena tidak diunggulkan. Adalah atlet putri Oliva Sadi yang berhasil mempersembahkan medali emas pertama dari atletik bagi kontingen Indonesia di nomor lari 5000 meter. Di Rizal Memorial Track & Field, Rabu (30/11/2005) Olivia tampil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 16 menit 34.94 detik.Atas kemenangannya itu, Olivia sangat bersyukur bisa memberikan medali terbaik bagi Indonesia. "Ini kemenangan yang diberikan Tuhan. Selama ini saya tidak menduga kalau akhirnya meraih emas, sebab sejak awal saya tidak pernah menargetkan medali," ujar Olivia. Sungguh fantastis, Olivia bisa meraih emas di nomor ini. Pasalnya lari 5000m bukanlah nomor spesialisnya. Ia pun baru memastikan tampil di 5000m setelah mengetahui kalau nomor tersebut dipertandingkan pula.Sayang di nomor 1500m yang menjadi spesialis Olivia gagal menuai sukses. Olivia hanya meraih medali perunggu.Sebenarnya, peluang Indonesia menambah emas di hari keempat ini sangat terbuka. Namun kesempatan itu terbuang setelah John Herman Murai gagal dinomor 200m putra.Di nomor 200m putri, Deysie Natalia Sumigar pun gagal menunjukkan performa terbaiknya. Ia gagal menambah medali buat tim atletik Indonesia setelah berada di posisi kelima dengan catatan waktu 24,90 detik. Nasib kurang menguntungkan juga dialami atlet lontar martil putri, Yuriati 'Geboy' Ariani. Geboy gagal mempertahankan gelar juara bertahannya.Anggar Beri KejutanSementara itu di cabang anggar, Indonesia yang sebelumnya tidak diperhitungkan mendapatkan medali di SEA Games XXIII, secara mengejutkan berhasil merebut medali emas. Tim beregu putri Indonesia yang terdiri Isnawaty Sir Idar, Rini Ismalasari, Enny Handayani dan Ansye Pattiasina sukses menundukkan tim Thailand di San Juan Gymnasium N Domingo Street San Juan City."Saya senang sekali. Tidak menyangka bisa mendapat medali emas. Untung saya bisa bermain lepas, sehingga berhasil merebut angka kemenangan," kata Isnawati.Isnawati (23) merupakan pemain terakhir penentu kemenangan tim Indonesia. Meski sempat tertinggal satu poin dari pemain Thailand (27-26), mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Hasanudin tersebut dengan tenang berhasil membalikkan angka menjadi 45-29. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads