detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 10 Mar 2020 21:50 WIB

NPC Indonesia & Dua Cabor Olimpiade dapat Kucuran Anggaran Pelatnas 2020

Mercy Raya - detikSport
NPC Indonesia NPC Indonesia & Dua Cabor Olimpiade dapat Kucuran Anggaran Pelatnas 2020 (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

NPC Indonesia dan dua cabang olahraga mendapat anggaran pelatnas 2020 dari Kemenpora. Anggaran untuk persiapan Olimpiade itu mereka peroleh secara beragam.

Acara pemberian dana dilakukan secara simbolis oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PPON Yayan Rubaeni dengan seluruh ketua umum dari Pengurus Besar Persatuan Selancar Olahraga Indonesia (PB PSOI), PB Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), dan NPC Indonesia di media center Kemenpora, Senayan, Selasa (10/3/2020).

Penekenan Nota Kesepahaman itu juga disaksikan Menpora Zainudin Amali. Ketiganya mendapat anggaran yang bervariasi. Panjat tebing mendapat Rp 6,9 miliar dari Rp 27,5 miliar yang diajukan untuk mempelatnaskan 10 atlet.

Sementara selancar mendapat Rp 6,11 miliar dari Rp 9,3 miliar yang diajukan untuk mengakomodasi sembilan atlet. Khusus NPC Indonesia disepakati mendapat Rp 75,3 miliar dari Rp 141,4 miliar yang diusulkan.



Jumlah itu dibagi dua agenda, yakni Rp 45,01 miliar untuk pelatnas ASEAN Para Games 2020. NPC (National Paralympic Committee) harus memperpanjang pelatnas atletnya menyusul penundaan tuan rumah Filipina imbas virus corona. Sedangkan, untuk pelatnas paralimpiade diberikan Rp 30,3 miliar.

"Ini adalah kali kesekian dan sekali lagi juga kami ingatkan ini menyangkut uang publik sehingga Kemenpora perlu berhati-hati dalam penyalurannya," kata Amali, dalam sambutannya.

"Saya pun berharap NPC dan cabor agar penggunaan anggarannya dilakukan sesuai MoU. Sebab, jika ada temuan dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) akan menjadi kerugian Kemenpora," ujarnya.

NPC Indonesia & Dua Cabor Olimpiade dapat Kucuran Anggaran Pelatnas 2020Foto: (Mercy Raya/detikSport)



Kendati ada perubahan, menteri asal Gorontalo ini, mengimbau cabang olahraga untuk mengomunikasikan dengan Kemenpora lebih dulu. Dia tak mau Kemenpora akhirnya menanggung apa yang di luar kesepakatan.

"Sebelumnya pernah ada kejadian kegiatan A digunakan untuk aktivitas selain A, maka kami yang menanggung itu. Makanya kami ingatkan cabor soal itu," ujarnya.



Sementara itu, Ketua FPTI Yenny Wahid mengakui jika dana yang diberikan belum lah ideal. Namun, dia tetap mengapresiasi perhatian pemerintah kepada cabor.

"Soal dana uang ideal, pasti ini (jumlah) belum ideal. Namun, kami tetap terimakasih. Artinya, pemerintah memberi atensi agar atlet kami bisa berlaga di Olimpiade," kata Yenny.



Simak Video "Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com