detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 30 Mar 2020 17:15 WIB

KOI Tunggu Arahan IOC Soal Kualifikasi Olimpiade

Mercy Raya - detikSport
Olimpiade Jepang 2020 tinggal menyisakan 123 hari lagi. Namun ajang olahraga terbesar di dunia itu terancam batal akibat wabah corona yang menjadi pandemi global. KOI Tunggu Arahan IOC Soal Kualifikasi Olimpiade (AP/Jae C. Hong)
Jakarta -

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari masih menunggu arahan International Olympic Committee (IOC) terkait kelanjutan kualifikasi cabor. Sebab, menyangkut pembiayaan.

Olimpiade 2020 Tokyo secara resmi ditunda hingga tahun depan. Namun, nasib kelanjutan kualifikasi atlet belum bisa dipastikan. Beberapa di antaranya masih ada yang ditunda, sebagian lainnya dibatalkan. Sementara, IOC sampai kini belum menjelaskan detail dari penundaan Olimpiade karena masih fokus pada penanganan Covid-19.

"Sudah ada pemberitahuan resmi dari presiden IOC yang menyatakan bahwa Olimpiade dan Paralimpiade ditunda. Tentu terkait itu akan banyak langkah yang harus disikapi terutama pembiayaan," kata Oktohari, dalam teleconference dengan pewarta, Senin (30/3/2020.

"Kami juga sudah menanyakan langsung teknis dari penundaan tersebut karena proses kualifikasi masih ada yang belum selesai. Ini apakah lanjut atau tidak. Penundaan Olimpiade juga baru tahu 2021 tapi waktunya belum tahu kapan," dia menambahkan.



Hal tersebut penting karena tantangan olahraga tahun depan lebih berat. Indonesia khususnya akan dihadapi agenda olahraga yang padat. Selain Olimpiade dan Paralimpiade, ada lima multi ajang olahraga lain yang telah terjadwal tahun depan. Antara lain, Asian Martial Indoor Games (AIMAG), Asian Winter Games, Asian Youth Games, Islamic Solidarity Games (ISG) dan SEA Games di Vietnam.

"Bahkan ada kemungkinan Asian Beach Games yang seharusnya digelar November 2020 akan digeser ke tahun depan. Tapi sampai sekarang kami belum dapat jawabannya," Sekretaris Jenderal KOI, Ferry Kono, menimpali.



Sembari menunggu kabar selanjutnya dari KOI, Kemenpora berencana untuk melakukan pemanggilan secara bertahap kepada pemimpin cabor. Terutama masalah anggaran. Sejauh ini, pemerintah sudah menyediakan Rp 86 miliar untuk 11 cabor yang mengikuti kualifikasi Olimpiade.

Namun, belum semua dana itu tergelontorkan karena sebagian cabor belum melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kemenpora.

"Sebagai komitmen kami tetap ikut dalam olimpiade, terkait dengan anggaran kami akan coba memperjuangkan kalau nanti ada penambahan atlet," kata Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto dalam kesempatan yang sama.



Simak Video "Kevin/Marcus Lolos ke Olimpiade 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com