detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 05 Apr 2020 19:40 WIB

Gaji Pelatnas Tak Ada, Triady Fauzi Andalkan Uang Kontrakan

Mercy Raya - detikSport
Perenang Indonesia Triady Fauzi Sidiq bertanding pada final renang 200 meter gaya kupu-kupu putra SEA Games XXIX di National Aquatic Centre, kawasan Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia. Rabu (23/8). Perenang Indonesia Triady Fauzi Sidiq memperoleh medali perak dengan catatan waktu 53.03 detik, disusul rekannya Glenn Victor Sutanto  yang meraih medali perunggu dengan catatan waktu 53.25 detik, sementara medali emas diraih perenang Singapura Joshep Schooling dengan catatan waktu 51.38 detik. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/17 Triyadi Fauzi Sidiq (Wahyu Putro A/Antara Foto)
Jakarta -

Perenang Triady Fauzi Sidiq tak pusing-pusing amat ketika tak ada uang saku pelatnas. Dia andalkan uang kontrakan sebagai pemasukannya tiap bulan.

Virus corona membuat sejumlah program pelatnas terganggu. Triady salah satu atlet yang ikut terkena dampaknya.

Ketika Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) tengah mempersiapkan rencana training camp ke Amerika Serikat. Akhirnya dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Tak ayal, sampai kini PB PRSI belum menandatangani nota kesepahaman dengan Kemenpora, sehingga uang saku atlet pelatnas khususnya proyeksi Olimpiade ikut belum cair.

Bagi Triady kondisi tersebut sedikit mengganggu. Meskipun dia lebih beruntung karena selain mendapat gaji bulanan dari Pelatda, Triady masih memiliki sejumlah kontrakan dan ruko yang diandalkan sebagai pemasukan.

"Pemasukan yang rutin banget itu dari usaha properti saja. Saya punya beberapa kontrakan (sekitar 10 pintu) dan ruko (dua pintu) di Cimahi. Jadi itu saya dapat tiap bulan dan diputar terus uangnya," kata Triady kepada detikSport, dalam sambungan telepon Minggu (5/4/2020).

"Kontrakan itu saya buat juga enggak langsung bersamaan. Tapi bertahap dan ada juga yang saya dapat karena orang jual karena butuh. Jadi tinggal dijalankan kontrakannya. Tapi ada juga yang 2018 baru bangun dan sudah jadi," ujarnya.



Peraih medali emas SEA Games 2013 dan 2017 itu menjelaskan sejak empat tahun silam, dirinya memang sudah mempersiapkan keuangannya untuk berinvestasi masa depan. Dia sadar tak akan selamanya menjadi atlet.

"Saya juga masih CPNS belum prajab. Kalau sudah 100 persen PNS mungkin akan kerja di lapangan. Jadi masuknya fungsional. Toh, sampai sekarang saya masih latihan dan bisa jadi pelatih renang atau asisten pelatih," ujarnya.



Selain juragan kontrakan, pria kelahiran Cimahi, 29 September 1991 ini juga mengembangkan bisnis di bidang pakaian olahraga renang dengan nama Swimline yang ia jual online.

"Iya itu juga masih. Tapi yang rutin selain Pelatda, ya kontrakan itu," dia menegaskan.



Simak Video "Aman Nggak Sih Berenang di Kolam Umum saat Pandemi COVID-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com