detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 15 Apr 2020 06:01 WIB

DPR Minta PON 2020 Ditunda Akibat Pandemi Corona

Yanu Arifin, Mercy Raya - detikSport
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda meminta gelaran PON 2020 ditunda akibat pandemi virus corona. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar rapat dengan Komisi X DPR. dalam kesempatan itu, DPR meminta agar gelaran PON 2020 ditunda akibat corona.

Rapat virtual antara Kemenpora dan DPR digelar pada Selasa (14/4/2020). Pembahasannya adalah gelaran PON XX/2020 di Papua, yang status penyelenggaraannya disorot karena sedang terjadi pandemi virus corona.

PON 2020 sedianya akan digelar pada 20 Oktober hingga 2 November 2020. Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, mengatakan bahwa DPR menyarankan agar PON 2020 ditunda akibat pandemi. Ia meminta Kemenpora berkonsultasi kepada Presiden Joko Widodo.

"Kami menyepakati PON ditunda karena pandemi COVID-19 ini. Terkait hingga kapan penundaannya, tanggal, bulan dan tahunnya, kami serahkan Menpora berkonsultasi dengan Presiden," ujar Syaiful Huda kepada wartawan.

Menurut Huda, berdasarkan keterangan yang disampaikan Menpora Zainudin Amali dalam rapat tersebut, ada sejumlah alasan mengapa pelaksanaan PON XX yang seharusnya digelar pada 20 Oktober-2 November 2020 tersebut harus ditunda.

Selain belum ada tanda-tanda pandemi COVID-19 akan berakhir, pengadaan alat olahraga yang seharusnya sudah berada dalam tahapan pelaksanaan lelang belum bisa dilakukan.

"Sebab, ada negara-negara pembuat peralatan olahraga sekarang tidak siap karena pandemi COVID-19 juga. Mungkin ada yang harus dibeli di Eropa, China atau Jepang, praktis mereka tidak bisa, padahal PON tinggal lima bulan lagi sebenarnya. Pengiriman barang dan lain-lain juga mengalami delay semua," tutur Juru Bicara DPP PKB ini.

Kendati mendesak PON 2020 diundur, DPR mengimbau agar pembangunan venue tetap harus jalan. Selama ini, kata Huda, pembangunan venue masih tidak berjalan maksimal.

Terpisah, Menpora Amali mengatakan belum ada keputusan soal PON 2020. Ia mengaku akan membahasnya dalam rapat kabinet mendatang.

"Saya belum memutuskan tentang PON. Belum ada keputusan penundaan dalam raker tadi. Dalam salah satu butir kesimpulan Raker tadi, Komisi X mendesak Menpora RI untuk menunda pelaksanaan PON XX. Tentu itu adalah aspirasi dari DPR RI yang sangat diperhatikan oleh Menpora," kata Amali kepada detikSport saat dikonfirmasi.

"Dengan berbagai masukan dari masyarakat, termasuk dari KONI & terakhir dari Komisi X DPR RI, akan Saya laporkan dalam rapat kabinet nanti yang diagendakan untuk pembahasan tentang PON XX," ujarnya.

Selain itu, poin penting lainnya yang dibahas DPR dan Kemenpora adalah mengenai refocusing anggaran Kemenpora. Huda mengatakan, Komisi X meminta penggunaan hasil refocusing anggaran Kemenpora sebesar Rp270 miliar, tetap dialokasikan untuk bidang kepemudaan dan olahraga.

"Kami minta dilakukan komunikasi yang intensif antara Kemenpora dan Kemenkeu supaya dana yang dipotong itu diperuntukkan kembali untuk kepentingan atlet, offisial dan lain-lain yang terdampak Corona ini. Kan banyak pensiunan atlet atau atlet yang tidak mendapatkan pemasukan karena tidak ada kejuaraan," pungkasnya.



Simak Video "Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com