detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 04 Agu 2020 22:00 WIB

Tour de Banyuwangi Ijen 2021 Akan Digelontor Dana Rp 30 M

Ardian Fanani - detikSport
International Tour de Banyuwangi Ijen 2021 dapat gelontoran dana Rp 30 miliar dari pemerintah pusat. International Tour de Banyuwangi Ijen 2021 dapat gelontoran dana Rp 30 miliar. (Foto: detikcom/Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Pemerintah pusat berencana menggelontorkan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk membantu penyelenggaraan International Tour de Banyuwangi Ijen (ItdBI) 2021.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan percepatan tatanan kehidupan baru kegiatan perekonomian, pemerintah pusat memberikan stimulus kegiatan sport tourism.

ITdBi merupakan satu-satunya balap sepeda yang mendapat nilai excellent dari Federasi Balap Sepeda Dunia alias UCI (Union Cycliste Internationale) di Indonesia. Berkat prestasi tersebut, pemerintah pusat menyiapkan Rp 30 miliar untuk membantu penyelenggaraan ItdBI tahun berikutnya.

"Saya sudah banyak mendengar tentang ItdBI. Selama ini ITdBI digelar menggunakan dana APBD dan mendapat nilai excellent. Karena itu kami siapkan anggaran Rp 30 miliar dari APBN," kata Luhut dalam rapat koordinasi (Rakor) virtual berbagai program pengembangan pariwisata Banyuwangi, Selasa (4/8/2020).

Selama ini, Tour de Singkarak yang dibantu APBN rata-rata Rp 20 miliar tiap tahun. Sementara itu, ItdBI, yang digelar sejak 2012, itu diselenggarakan menggunakan APBD. Selain mampu mendongkrak pariwisata, dengan diselenggarakannya ITdBI membuat jalan-jalan bahkan hingga jalan desa dibangun.

"Kami minta bantuan dari pemerintah pusat ini bisa digunakan untuk menambah pembangunan infrastruktur jalan-jalan di Banyuwangi," tambahnya.

Tahun ini ITdBI batal digelar karena masa pandemi COVID 19. Kemungkinan akan kembali digelar tahun depan atau mengikuti perkembangan pandemi.

Selain anggaran infrastuktur untuk ItdBI, Luhut juga bakal menggelontorkan anggaran untuk lanjutan pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang saat ini belum tuntas semua, termasuk di Banyuwangi. Padahal, akses JLS bisa menjadi stimulus ekonomi baru bagi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. JLS yang menghubungkan Banyuwang-Jember hanya tinggal 20 kilometer saja.

"Terkait JLS saya sudah intruksikan Kementerian PUPR untuk segera melanjutkan. Dirjen Cipta Karya pekan ini akan datang ke Banyuwangi untuk membahas lebih lanjut," kata Luhut.

Dirjen Cipta Karya dijadwalkan akan datang ke Banyuwangi, Jumat (7/7), untuk membahas lanjutan JLS, dan pembangunan insfrastruktur lainnya di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian khusus dengan ajang sport tourism yang ada di Banyuwangi. Ajang ITdBI tak hanya memberikan kegiatan wisata dan olahraga, namun juga memberikan infrastruktur yang baik bagi pembalap dan masyarakat umum.

"Ini karena salah satu syarat dari pelaksanaan balap sepeda, jalur yang dilalui harus baik dan mulus. Sementara ITdBI melalui jalan sepanjang 500 kilometer, termasuk jalan menuju jalur Kawah Gunung Ijen," tambahnya.

Sementara untuk lanjutan pembangunan JLS, Anas optimistis, dengan kebijakan ini, pembangunan JLS bakal mempercepat pergerakan ekonomi wilayah selatan. Kantong-kantong kemiskinan yang cukup banyak di kawasan selatan bisa segera diatasi, antara lain dengan pengembangan pariwisata di sepanjang jalur tersebut.

Di Jawa Timur pembangunan JLS membentang dari Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi. Jaraknya sekitar 700 kilometer.



Simak Video "Drag Race Sepeda"
[Gambas:Video 20detik]
(cas/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com