detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 26 Agu 2020 22:30 WIB

Keputusan KONI Pisahkan Wingchun dengan Wushu Jadi Polemik

Randy Prasatya - detikSport
Gunawan (tengah) didampingi Ario (kiri), Herman Wijaya (kanan) dan Ming Yeoh (belakang) Gunawan (tengah) didampingi Ario (kiri), Herman Wijaya (kanan) dan Ming Yeoh (belakang). Foto: Istimewa
Jakarta -

KONI membuat keputusan berisiko setelah merestui Federasi Wingchun Indonesia (FWI) menjadi anggota. Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) kesal.

Keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang memasukkan FWI sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menimbulkan permasalahan baru bagi olahraga di Tanah Air. Pasalnya, wingchun merupakan salah satu aliran beladiri kungfu yang selama ini berada di bawah naungan WI.

"Wingchun itu bagian dari wushu. Kami adalah satu keluarga yang tak bisa dipisahkan. Faktanya, Federasi Wushu Internasional (IWUF) telah memasukkan nomor wingchun dalam pertandingan resminya," kata Gunawan Tjokro selaku Wakil Bendahara Umum PB WI di Gedung KONI DKI Jakarta, Rabu (26/8/2020).

"Dengan di bawah satu naungan IWUF, lanjut Gunawan Tjokro, terlalu riskan untuk menjadikan Wingchun sebagai anggota KONI. "Di wushu itu ada ratusan aliran. Kalau semua aliran menginginkan menjadi anggota KONI apa harus diakomodir?" tanya dia.

Gunawan yang juga Plt Ketua Pengprov WI DKI Jakarta berharap KONI Pusat mengkaji ulang keputusan pengesahan wingchun. Apalagi, Ketua Umum PB WI, Airlangga Hartarto sangat perhatian terhadap pembinaan olahraga wushu Indonesia.

"Terus terang, pak Airlangga Hartarto itu sangat komit membangun olahraga wushu. Dan, beliau juga sudah memberi perhatian terhadap wingchun," katanya.

Pada Kejuaraan Kungfu Inti Bayangan Open 2015 di Jakarta, PB WI sudah mempertandingkan nomor wingchun. Bahkan, PB WI dan Sasana Inti Bayangan selaku penyelenggara mendatangkan guru besar dari Hong Kong, Grand Master Samuel Kwok. Begitu juga pada International Kungfu Championships di Bali, Desember 2018 dan 2019.

"Saya itu juara Wingchun nomor Wooden Dummy di Bali pada tahun 2018 dan 2019. Dan, saya juga tahu persis pak Airlangga itu memperhatikan semua aliran kungfu yang ada di Indonesia," timpal Ketua Harian Pengprov WI DKI Jakarta, Herman Wijaya saat mendampingi Gunawan Tjokro memberikan sertifikat keanggotaan bagi perguruan Wingchun/wushu tradisional se-DKI Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta.

Atas fakta yang ada itu, Herman Wijaya yang merupakan pemilik Sasana Rajawali Sakti juga berharap KONI Pusat menganulir keputusan memasukkan wingchun sebagau anggota.

Tidak bisa dipisahnya wushu dan wingchun, kata Herman Wijaya, sama halnya dengan Pengurus Besar Federasi Karate-do Indonesia (PB Forki) yang membawahi begitu banyak aliran karate. Begitu juga dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) yang menjadi naunggan olahraga pencak silat.

"Semua itu demi kebaikan keluarga besar wushu dan kungfu Indonesia. Mari kita bangun wushu beserta nomor nomor yang ada di dalamnya. PB WI itu kan sudah menjadi anggota KONI dan juga KOI," katanya.



Simak Video "Cerita Chris John yang Ingin Anaknya Jadi Atlet Wushu"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com