detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 27 Agu 2020 02:14 WIB

Menpora Tak Setuju Wingchun Dipisah dengan Wushu

Randy Prasatya - detikSport
Menpora Zainudin Amali Zainudi Amali ingin Wingchun tetap di bawah naungan PB Wushu. (Foto: Dok. Kemenpora)
Jakarta -

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, meminta wingchun tetap berada di bawah naungnan PB WI. Apalagi, olahraga kungfu itu merupakan bagian dari wushu.

Permintaan ini disampaikan ketika menanggapi Winghcun disahkan sebagai anggota KONI pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI secara virtual yang akan berakhir, Kamis, 27 Agustus 2019.

"Wingchun itu kan aliran kungfu tradisional jadi sebaiknya berada di PB WI. Sama halnya dengan aliran yang ada pada cabang olahraga karate yang berada di bawah naungan PB Forki. Kan, tidak mungkin aliran dalam karete diterima menjadi anggota KONI. Begitu juga aliran pencak silat yang sudah berada dalam wadah Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI). Saya minta Wingchun tidak menjadi sebagai anggota. Cukup PB WI saja," tegas Zainudin Amali yang dihubungi melalui telepon selular, Rabu (26/8/2020) malam.

Keinginan Zainudin Amali ini cukup beralasan. Apalagi, PB WI yang berafiliasi pada Federasi Wushu Internasional (IWUF) sudah menjadi anggota KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Bahkan, dia menyebut cabang olahraga wushu di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto sudah menjadi andalan Kontingen Indonesia pada SEA Games dan Asian Games.

"Pak Airlangga itu sangat mencintai olahraga wushu. Dan, saya yakin wingchun bisa mengikuti jejak wushu yang telah mencatat prestasi pada SEA Games dan Asian Games dan kejuaraan dunia," tandasnya.

Masyarakat Wingchun pada akhirnya juga tak mau gabung dengan FWI yang disahkan KONI Pusat dalam Rakernas. Masyarakat Wingchun bahkan tak mau mengakui FWI. Mereka tetap memilih bergabung dengan organisasi wushu yang dipimpin Airlangga Hartarto.

"Saya mewakili komunitas wingchun Indonesia mengatakan bahwa kami adalah keluarga wushu yang bernaung di PB WI. Dan, kami tidak akan bergabung dengan Federasi Wingchun Indonesia," kata R Ario Bondank, dari perguruan wingchun ACMA Jakarta saat acara pemberian sertifikat keanggotaan bagi perguruan Wingchun/wushu tradisional se-DKI Jakarta yang dilakukan Pengprov WI Jakarta di Gedung KONI DKI Jakarta, Rabu (26/8/2020).

"IWUF saja selaku federasi resmi internasional memasukkan wingchun. Makanya, kami ingin tetap bersama wushu untuk meraih prestasi dalam rangka membawa harum nama bangsa dan negara di ajang internasional," sambungnya.

"Itu hanya ambisi pribadi pak Marthin Kusuma yang selama ini mengklaim dirinya pemilik sah wingchun Indonesia," Ario menegaskan.

Hal senada juga dilontarkan Ming Yeoh dari perguruan WTC Jakarta. Pun dengan Pierre Prawira dari Rogue Warrior juga mengakui wingchun memang tidak bisa terpisah dari wushu.

"Kita ingin tetap berada dalam naungan PB WI. Sebab, wingchun itu adalah bagian dari wushu," ujar Ming Yeoh.

"Tidak mungkin ada dua organisasi dalam satu negara diakui IWUF. Teru, FWI mau dibawa kemana?. Ya, kami juga berharap KONI Pusat menganulir keputusan memasukkan Wingchun sebagai anggotanya. Semua itu demi persatuan dan kemajuan olahraga beladiri wushu Indonesia," timpal Pierre.



Simak Video "Cerita Chris John yang Ingin Anaknya Jadi Atlet Wushu"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com