detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 15 Okt 2020 05:30 WIB

Menilik Kejuaraan Nasional Wushu yang Digelar Secara Virtual

Adhar Muttaqin - detikSport
Kejuaraan Virtual Wushu Championship 2020 Melihat aksi atlet muda dalam Kejuaraan Virtual Wushu Championship 2020 Foto: Adhar Muttaqin/detik.com
Tulungagung -

PB Wushu Indonesia mengelar pra Kejuaraan Nasional secara Virtual. Ini dilakukan agar pembinaan tetap berjalan meski di tengah pandemi COVID-19.

Kejuaraan Virtual Wushu Championship 2020 yang diikuti peserta dari seluruh Indonesia digelar selama sepekan, mulai 11-17 Oktober 2020. Berbeda dengan kejuaraan di tahun sebelumnya, kali ini penampilan seluruh peserta dilakukan secara online dan dinilai langsung dari Jakarta.

Pelatih Tjoe Tik Kiong Wushu Family Tulungagung, Andik Prasetyo, mengatakan dalam kejuaraan nasional ini pihaknya menerjunkan 10 atlet binaannya. Kompetisi menjadi menjadi pengalaman tersendiri, sebab seluruh kegiatan dilakukan secara daring.

"Iya, ini baru pertama kali kejuaraan secara virtual. Kalau sebelumnya kita selalu kumpul jadi satu, misalkan kejuaraan di Jakarta, maka kaki ke sana. Tapi virtual tidak, seluruh penampilan cukup di daerah," kata Andik, Rabu (14/10/2020).

Menurutnya, meskipun digelarnya secara daring, tidak mengurangi semangat dari para atletnya untuk ikut berkompetisi. Bahkan kegiatan ini menjadi angin segar bagi atlet Wushu di Tulungagung, mengingat selama hampir tujuh bulan vakum.

"Begitu ada pandemi COVID-19, kami sempat vakum latihan hampir tujuh bulan. Kemudian ada agenda virtual ini, anak-anak akhirnya latihan kembali," ujarnya.

Untuk mengikuti kejuaraan secara virtual, ia menggembleng atletnya selama dua bulan terakhir. Program latihan diintensifkan di GOR Tri Dharma Tulungagung.

Mengikuti kejuaraan secara virtual memiliki plus minus tersendiri dibanding dengan kejuaraan secara tatap muka. Secara finansial, kejuaraan virtual lebih hemat, sebab para atlet maupun official tidak perlu datang langsung dalam satu lokasi.

"Kan cukup di daerah. Kalau ribetnya sama saja, kalau online ya seperti ini harus menyiapkan untuk perangkat live-nya, termasuk internet dan sebagainya. Kalau kejuaraan langsung kami harus bawa anak-anak ke lokasi," imbuhnya.

Andik mengaku, satu hal yang tidak bisa didapatkan dari kejuaraan virtual dibanding tatap muka adalah atmosfernya. Jika digelar secara tatap muka, kemeriahan lomba sangat terasa.

Meski demikian, pihaknya mengaku bersyukur, sebab para atletnya bisa kembali mendapatkan pembinaan meski di tengah pandemi. Ia mengaku hasil penampilan atletnya juga cukup memuaskan.

"Kemarin itu penampilan Dao Shu dari Elaine Zain dapat nilai 8.41," imbuhnya.

Sementara itu salah seorang atlet Elaine Zain, mengaku senang bisa ikut berkompetisi dalam ajang Virtual Wushu Championship 2020. "Kalau ikut lomba sudah empat kali, tapi kalau yang virtual baru sekali ini," kata Elaine.



Simak Video "Cerita Chris John yang Ingin Anaknya Jadi Atlet Wushu"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com