detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 29 Okt 2020 18:20 WIB

Ini Program Timnas Balap Sepeda Indonesia di Tengah Pandemi

Mercy Raya - detikSport
Banyuwangi Tunda Ajang Kompetisi Internasional BMX 20 Negara Ilustrasi ajang Internasional BMX 20 di Banyuwangi yang tertunda akibat virus Corona. (Foto: Ardian Fanani)
Jakarta -

Dadang Haris Purnomo, pelatih kepala timnas balap sepeda Indonesia, terus menggenjot persiapan atletnya meski tanpa ada event Kualifikasi Olimpiade Tokyo sampai akhir 2020. Seperti apa programnya?

Balap sepeda saat ini melakukan pelatnas menuju Olimpiade Tokyo di Yogyakarta dengan diikuti delapan pebalap baik dari nomor bmx maupun trek. Khusus atlet BMX mereka sedianya akan mengikuti enam kejuaraan besar di tahun ini. Di antaranya, Kejuaraan Asia, Banyuwangi (dua event), dan Jakarta BMX International seri 1 dan seri II.

Namun, wabah COVID-19 yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia, sudah mengubah seluruh rencana. Event-event yang berpeluang mendongkrak poin Olimpiade balap sepeda itu otomatis batal digelar sehingga I Gusti Bagus Saputra dkk. tanpa ada kejuaraan kualifikasi tahun ini.

Kondisi itu pun ikut mempengaruhi persiapan yang dilakukan sejak lama. Padahal merujuk poin nation UCI per 27 Oktober, Indonesia hanya kurang sekitar 400 poin dari peringkat 12 yaitu Latvia untuk mengamankan posisi.

"Jadi memang sampai saat ini belum ada event yang mau kami targetkan dulu. Sebab, dengan kondisi seperti ini masih tanda tanya ya," kata pelatih kepala balap sepeda, Dadang Haris Purnomo, kepada detikSport, Kamis (29/10/2020).

"Kalau event besar Tour de France, Tour de Italy itu sudah selesai, Tour de Soanyol sedang berlangsung. Begitupun Eropa Championship juga tengah berjalan tapi untuk Asia sepertinya belum ada," lanjutnya.

Timnas balap sepeda Indonesia sempat mendapatkan tiga undangan dari Thailand untuk melakukan dua tour dan satu Kejuaraan Asia Series nomor trek. Selain Timnas ada tim kontinental yang juga diundang yakni Mula Cycling Team.

Namun, peraturan yang mengharuskan melakukan karantina selama dua pekan memberatkan tim nasional balap sepeda baik dari segi waktu maupun biaya. "Sejauh ini tournya berlangsung tapi event treknya yang batal."

Lebih lanjut Dadang tak bisa berspekulasi dengan kejuaraan tahun depan meskipun para pebalapnya optimistis bisa mengejar ketertinggalan.

"Kita tidak ada yang tahu seperti apa eventnya tahun depan. Kalaupun tampil juga harus menghitung peluang menangnya, tidak asal ikut," dia menjelaskan.

"Nah, salah satu strategi saya terakhir andai kata salah satu event tidak dilombakan ialah melalui kejuaraan dunia. Jadi akan dipilih tiga pebalap yang terbaik dari yang sudah lolos."

"Misalnya, lolos nation dan individu total 24 atlet. Nah, akan dicari tiga pebalap lain di luar dari jumlah itu. Andai kata di beberapa event yang diharapkan tak bisa diikuti," katanya.

Berkaitan dengan itu, pelatnas timnas balap sepeda Indonesia terus berjalan. Bahkan untuk mengisi kekosongan tersebut, Dadang melibatkan pebalapnya untuk mengikuti race virtual.

"Kami beberapa kali ikut berpartisipasi. Kebetulan ke depan ada tiga kali race virtual. Race ini sifatnya open dan rata-rata diikuti pebalap luar negeri juga," dia menjelaskan.

(mcy/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com